Latest Post



SANCAnews – Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar mengatakan, selama dua bulan di rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri kondisi kesehatan mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu tidak stabil.

 

Meski begitu, Habib Rizieq tetap menjalankan aktivitas seperti berdakwah di rutan mengajari narapidana (napi) lain mengaji, dan menyelesaikan disertasinya (S3).

 

"Kegiatan membaca, menyelesaikan disertasi, dan berdiskusi agama serta berdakwah. Mengajari para tahanan yang belum bisa ngaji dan salat agar bisa shalat dan mengaji. Yang sudah bisa jadi tambah baik," tutur Aziz.

 

Dia menambahkan, penyakit yang diderita Habib Rizieq kerap kambuh. Namun secara umum, Habib Rizieq dalam kondisi sehat.

 

"Masih GERD dan sesak nafas sering kadang kambuh. Alhamdulillah baik dan masih pemulihan dari kondisi kesehatan beliau," ujar Aziz.

 

Awalnya, Habib Rizieq ditahan sendirian di Rutan Bareskrim. Pada 8 Februari 2021, menantunya Habib Hanif Alatas, mantan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH Ahmad Shabri Lubis, dan beberapa tersangka lainnya ikut ditahan di rutan Bareskrim Polri.

 

Habib Hanif ditahan karena kasus RS Ummi Bogor. Sedangkan KH Ahmad Shabri Lubis, Haris Ubaidillah, Habib Ali Alwi Alatas, Habib Idrus Alhabsy, Maman Suryadi terkait kasus kerumunan massa di Petamburan dan di Tebet.

 

"Penahanan, terhadap tujuh orang tersangka dilakukan penahanan di rutan untuk masa waktu selama 20 hari terhitung sejak tanggal8 Februari 2021 sampai dengan 27 Februari 2021 dan ditempatkan di Rutan Salemba Cabang Bareskrim Mabes Kepolisian RI di Jakarta Selatan," ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Leonard Ebenezer Simanjuntak dalam keterangannya, Senin (8/2/2021). []




SANCAnews – Banjir setinggi dengkul orang dewasa terjadi di Kavling DPR, Blok A, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Air bahkan sudah masuk ke dalam rumah-rumah warga.

 

Adin, salah seorang korban banjir mengatakan, air mulai masuk ke dalam rumah warga saat hujan deras tadi pagi. Hingga saat ini, warga masih kebanjiran di dalam rumah mereka. Sebagian keluar rumah dan berdiri terpaku.

 

"Bagaimana ini, setiap kali turun hujan terjadi banjir. Gudang dibangun tanpa drainase dibiarin, warga yang jadi korban. Lihat, air sudah masuk rumah warga," kata Adin, kepada Sindonews, Selasa (16/2/2021).

 

Warga pun berharap, kawasan pegudangan yang berada di Kavling DPR, dapat dievaluasi kembali. Terutama saluran airnya yang banyak diabaikan. Sehingga, saat turun hujan lebat, pemukiman warga selalu kebanjiran.

 

"Kami sebagai warga biasa tidak biasa berbuat apa-apa lagi. Kami sudah sering teriak, sampai suara habis. Tetapi tidak juga ada tindakan dari pemerintah. Kami merasa dikorbankan demi gudang-gudang itu," jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Febi Darmawan mengatakan, tidak ada banjir. Meski warga teriak air masuk ke dalam rumah, dianggapnya bukan sebagai banjir dan genangan air lewat saja.

 

"Masih belum ada laporan adanya banjir di Kota Tangerang. Kalau genangan bukan ke kita om, tapi ke SDA," tukasnya. ()




SANCAnews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan masih menemukan adanya laporan susahnya warga, khususnya rakyat kecil yang mencari keadilan hukum lewat kepolisian.

 

Sigit menyebut, dengan adanya program Restorative Justice kedepannya, pihak kepolisian harus benar bisa melakukan perbaikan dalam memberikan keadilan bagi seluruh elemen masyarakat.

 

"Sehingga ini bisa dilaksanakan dengan baik, utamannya rasa keadilan ini dirasakan oleh rakyat kecil, yang selama ini berusaha lapor ke polisi tapi sulit. Ini masalah dihadapi dilapangan sampai sekarang saya dapat WhatsApp laporan dari masyarakat yang mengadu langsung. Tolong kedepan diperbaiki," kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/2/2021).

 

Oleh karena itu, Sigit menilai perlunya dibuka pelayanan pengaduan bagi masyarakat yang mencari keadilan. Hal itu bertujuan untuk melihat tolak ukur apakah polisi sudah berlaku adil atau tidak.

 

"Penting sekali dibuka ruang pelayanan pengaduan terhadap hal-hal seperti ini di Polsek, Polres dan Polda. Selalu ada untuk ukuran kualitas yang kami seperti apa, apakah kami sudah memberikan ruang yang sama terhadap masyarakat pencari keadilan. Tolong ini ada ukuran dan evaluasi," ucap Sigit.

 

Oleh sebab itu, Sigit menyebut, soal konsep Restorative Justice jangan sampai disalahgunakan oleh internal kepolisian untuk coba-coba dimanfaatkan demi kepentingan pribadi ataupun transaksional.

 

"Terkait upaya kami untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat waktu lalu saya beri ruang untuk Restorative Justice, tapi tolong dimanfaatkan dengan baik dan tak bersifat transaksional jadi tentunya ada pengawasan," tutup Sigit. []

 



SANCAnews – Kontak tembak antara tentara dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Senin (15/2).

 

Dalam kontak tembak itu dilaporkan seorang prajurit dari Yonif 400/BR yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan daerah rawan (satgas pamrahwan), Prada Ginanjar meninggal akibat luka tembak yang dideritanya. Berdasar Informasi, baku tembak yang terjadi sekitar pukul 08.20 WIT itu mengakibatkan Prada Ginanjar terkena tembakan di bagian perut hingga tewas.

 

Jenazahnya saat ini sudah dievakuasi ke Timika dengan menggunakan helikopter yang sebelumnya membawa Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono dan rombongan ke Sugapa. Jenazah Prada Ginanjar sudah dievakuasi ke Timika dan akan dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

 

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan bela sungkawa atas gugurnya prajurit dari Yonif 400/BR yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan daerah rawan di Kabupaten Intan Jaya.

 

”Kami turut berduka cita atas gugurnya Prada Ginanjar dalam kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Senin (15/2) pagi,” ungkap Paulus Waterpauw seperti dilansir dari Antara, di Jayapura Senin (15/2) malam.

 

Polda Papua akan terus berkolaborasi dengan Kodam XVII Cenderawasih dan satuan tugas untuk mendukung kepolisian dalam penegakan hukum.

 

Kapolda mengakui ada banyak kendala di Kabupaten Intan Jaya karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah-daerah di kawasan pegunungan tengah Papua. Yakni, selain letak geografis dan kondisi alam serta wilayah itu jarang penduduknya.

 

”Karena itu, akan dibuat konsep terpadu tentang pengamanan di mana sebagai wilayah yang punya teritori dan dibantu satuan tugas mempunyai tanggung jawab besar,” tutur Paulus Waterpauw.

 

Ketika ditanya tentang tantangan perang dengan KKB, Paulus Waterpauw menegaskan, TNI-Polri siap.

 

”Namun apakah KKB bisa dipastikan tidak melibatkan warga sipil? Bila itu bisa dipenuhi KKB akan dilakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Paulus Waterpauw.

 

Saat ini, Pemda Intan Jaya sudah menyiapkan tempat untuk menampung personel yang akan ditugaskan di wilayah itu. Polda Papua juga sudah mengirim kendaraan operasional ke Sugapa.

 

”Kendaraan operasional saat ini sudah berada di Sugapa dan diharapkan dapat memudahkan kegiatan anggota dalam melaksanakan tugas,” Paulus Waterpauw. ()




SANCAnews – Kritik bukanlah barang baru pada saat ini. Sehingga, harus disikapi dengan baik oleh orang yang berada di wilayah publik. Begitu disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyikapi kritik yang diarahkan kepada dirinya.

 

Tak hanya itu, saat menghadiri acara Spesial HUT ke-13 TvOne bertajuk "Kupas Tuntas Persoalan Kritik Terhadap Pemerintah" yang dihadiri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri BUMN Erick Thohir, dan wartawan senior Karni Ilyas, Anies membeberkan jurus-jurusnya untuk menghadapi kritik.

 

"Kalau berada di wilayah publik, maka kupingnya enggak boleh tipis. Kita dengarkan saja, bila ungkapan disampaikan dengan akademik, baik-baik saja. Bila ungkapan kritik dilakukan kasar, itu ekspresi kemampuan dia dalam mengungkapkan," beber Anies dalam video yang diunggah akun YouTube tvOneNews seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (16/2).

 

Menurut Anies, apapun kritik yang disampaikan kepada dirinya, merupakan sebuah ungkapan pendapat rakyat.

 

"Tapi bagi saya yang sedang bekerja, ini semua adalah ungkapan pendapat rakyat. Baik yang mendukung, baik yang tidak mendukung, baik yang mencaci, baik yang kata-katanya kasar. Makin kasar kata-katanya itu, makin mempermalukan dirinya sendiri, bukan ke saya," jelas Anies.

 

Sehingga Anies merasa tidak perlu mempermasalahkan datangnya kritik yang ditembakkan kepada dirinya.

 

Meskipun banyak yang menganggap persoalan di Jakarta diakibatkan oleh dirinya. Padahal, permasalahan itu sudah ada sejak lama.

 

"Jangan tempatkan, misalnya di Jakarta, sebagai masalah pribadi. Ini Jakarta nih, ini kita bahas nih, ada yang mengatakan plus ada yang mengatakan minus. Saya sedang diamanati selama tiga tahun terakhir ini mengurus masalah di Jakarta. Apakah masalahnya baru mulai tiga tahun terakhir? Tidak, masalahnya sudah ada lama," terang Anies.

 

"Dan ketika orang mengkritik, rileks saja. Anggap itu bagian dari ungkapan pandangan," pungkas Anies. ()


SN

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.