Articles by "Kesehatan"

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen Dharma Pongrekun (Photo : YouTube: Richard Lee) 


SANCAnews.id – Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komisaris Jenderal (Komjen) Dharma Pongrekun menyatakan, Ahli Biokimia dan Penemu PCR, Kary Mullis dibunuh karena menolak menggunakan alatnya untuk menguji gejala COVID-19.


Pernyataan Komjen Dharma tersebut bertolak belakang dengan informasi yang beredar, Kary Mullis meninggal dunia karena pneumonia pada usia 74 tahun pada 7 Agustus 2019. 


“PCR (polymerase chain reaction) tujuannya bukan buat tes virus, ini cuma garis-garis, ini kloni DNA, penemunya dokter Kary Mullis, tahun 1993, dia mendapatkan nobel,” kata Komjen Dharma di YouTube Richard Lee. 


“5 bulan sebelum COVID, dia dibunuh. Memang tidak akan dikatakan dia dibunuh, dia mati karena dia protes tak mau alatnya digunakan,” sambungnya dilihat Selasa, 30 Januari 2024. 


Jenderal Polisi Bintang 3 itu membantah saat pernyataannya dinilai cocoklogi dan sambunglogi oleh Richard Lee. “Time will tell (waktu yang akan menjawab),” tegasnya. 


Lebih lanjut, Komjen Dharma blak-balan menyebut pandemi COVID 19 sudah direncanakan sejak 2010 oleh Rockefeller Foundation.


“Covid sudah direncanakan sejak 2010 oleh Rockefeller Foundation dan disimulasikan tahun 2015, lalu dimainkan tahun 2020 untuk Indonesia, tapai kalau di luar sudah disosialisasikan tahun 2019,” kata dia.


Dharma menilai COVID-19 sengaja diciptakan atau disosialisasikan ke seluruh negara untuk percepatan program digitalisasi. Dia mengklaim bahwa data yang ia sampaikan merupakan hasil temuan intelijen. 


“Makanya kenapa COVID di belakangnya ada ‘ID’ Identity Digital. ‘oh itu cocoklogi’ lihat aja, time will time (waktu yang akan menjawab). Kelemahan sains di situ, kalu belum ada data, bukti dan jurnal dia belum bisa melihat benang merah,” kata dia. 


“COVID itu adalah singkatan dari Certificate of Vaccine Identity Digital. Lihat sekarang, siapa yang sudah kena (suntik vaksin) akan menerima sertifikat sebagai identitas digital untuk menjadi persyaratan boleh kemana-mana,” pungkasnya. (viva)


Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin/Atr 


SANCAnews.id – Jelang perayaan Natal dan tahun baru, kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers Kesiapsiagaan Sektor Kesehatan Menghadapi Masa Libur Natal dan Tahun Baru.


Dilansir antaranews.com, Sabtu (23/12), Budi menyampaikan, peningkatan kasus Covid-19 hampir menyentuh angka 2.800 per minggu nya.


“Khusus untuk peningkatan Covid-19, kita melihat ada peningkatan Covid-19 sudah hampir 2.800 per pekan. Ini memang masih di bawah level 1 WHO,” terang Budi.


Budi memperkirakan dominasi subvarian Omicron JN.1 ini akan mencapai puncaknya pada Januari 2024. Meski demikian, Menteri Kesehatan RI tersebut menyebut situasi Covid-19 jelang Natal dan tahun baru tidak mengkhawatirkan.


Lebih lanjut, Budi juga mengatakan jika lonjakan tersebut diperkirakan akan turun pada Februari 2024 mendatang.


“Biasa kita tunggu peak-nya, harusnya Februari 2024 sudah turun kembali,” ucap Budi.


Prediksi tersebut disampaikannya berdasar dominasi subvarian Omicron JN.1 yang tengah melanda Indonesia dan negara-negara tetangga.


Diketahui sebelumnya, subvarian Omicron JN.1 merupakan salah satu bentuk mutasi Covid-19 yang cukup deras penyebarannya.


Subvarian ini menjadi salah satu turunan dari varian Omicron yang lebih mudah menular dibanding varian Covid-19 yang lain.


Meski demikian, Budi menyampaikan jika subvarian tersebut tidak memicu lonjakan kematian ataupun jumlah pasien di rumah sakit.


Sementara berdasar penelusuran genom sekuensing, dari 77 sampel yang telah diperiksa di laboratorium pemerintah, sebanyak 43 persen diantaranya adalah JN.1, 16 persen lainnya adalah XBB.1.16, dan 12 persen sisanya adalah XBB.1.1.


Budi mengatakan, besaran JN.1 itu naik dari 19 persen menuju ke 43 persen pada minggu pertama Desember.


“Kita lihat dari 19 ke 43 itu naiknya hampir 20 persen lebih, Kalau kita hitung 20 persen lagi pekan depan, pekan depannya lagi 60 persen, sudah 80, jadi harusnya di Januari itu puncaknya sudah dicapai,” ucap Budi.


Berdasar keterangan tersebut, Budi memprediksi jika puncaknya akan terjadi di bulan Januari 2024 mendatang dan turun di bulan Februari. (jawapos)


ilustrasi-tangga
 

SANCAnews.id – Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Atherosclerosis Journal menunjukkan bahwa dengan hanya melangkahkan kaki melewati lebih dari 50 anak tangga setiap harinya, potensi terkena penyakit jantung dapat berkurang hingga seperlima.

 

Dalam studi tersebut, data dikumpulkan dari 458 ribu orang yang meliputi aktivitas menaiki tangga, informasi demografis, serta aspek gaya hidup.

 

Setelah lima tahun, data tersebut ditelaah kembali untuk melihat korelasi antara aktivitas menaiki tangga dengan risiko ASCVD (seperti stroke iskemik, gangguan pada arteri koroner, atau komplikasi mendadak).

 

Dari observasi yang berlangsung selama kurang lebih 12,5 tahun, ditemukan bahwa individu yang jarang atau tidak pernah menaiki tangga, serta mereka yang awalnya rutin namun berhenti, memiliki potensi 32 persen lebih besar mengalami gangguan kardiovaskular (kondisi yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah, termasuk penyakit jantung koroner).

 

“Berjalan menaiki tangga adalah bentuk latihan, karena kami memiliki banyak penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga itu mengatur tekanan darah, mengubah keseimbangan kolesterol baik dan buruk, yang mengurangi penumpukan plak, dan membantu dengan pengelolaan berat badan,” ujar Ahli Bedah Kardiotoracic, CVTS Medical, Alexandra L. Kharazi, MD, kepada Eatthis, dikutip dari Antara, Jumat, 20 Oktober 2023.

 

Memilih asupan makanan dan minuman yang sehat, berkomitmen pada rutinitas olahraga, serta menjauhi rokok dapat meningkatkan kualitas kesehatan jantung.

 

Penting untuk diingat bahwa beberapa orang mungkin memiliki keterbatasan dalam melakukan olahraga seperti menaiki tangga, terutama karena kondisi kesehatan tertentu atau keadaan fisik. Kenaikan berat badan dan proses penuaan bisa menjadikan aktivitas menaiki tangga sebagai sebuah tantangan.

 

“Menavigasi tangga bisa sulit seiring bertambahnya usia, sebagian besar karena perubahan keseimbangan dan koordinasi kita. Salah satu langkah bisa menyebabkan cedera serius,” ujar Dokter Terapi Fisik asal Amerika, Cara Dobbertin.

 

Sebelum memulai rutinitas menaiki tangga guna meraih keuntungan kesehatan jantung, sangat disarankan untuk berdiskusi dengan dokter atau ahli kesehatan. Mereka akan memberikan saran apakah kegiatan tersebut cocok untuk seseorang, atau memberikan rekomendasi seberapa sering dan berapa banyak langkah yang sebaiknya ditempuh setiap harinya. (viva)




SANCAnews.id –  Kondisi terbaru Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan terungkap.

 

Kabar terbaru kondisi Luhut Binsar Pandjaitan tersebut seiring beredarnya foto di media sosial. Di mana, sebuah foto beredar di media sosial dinarasikan merupakan sosok Luhut Binsar Pandjaitan tengah terbaring dalam ruangan perawatan.

 

Foto sosok Luhut Binsar Pandjaitan terbaring itu disebut sedang jalani perawatan dan terlihat mengenakan alat bantuan pernafasan dan sejumlah selang terpasang pada bagian tubuhnya.

 

Foto sosok Luhut Binsar Pandjaitan yang terbaring dengan menggunakan alat bantuan pernafasan itu diposting oleh akun TikTok @keluargabangsawan1.

 

Dalam postingannya, si pengunggah foto menuliskan bahwa kondisi Luhut terbaring lemas di Rumah Sakit Singapura.

 

“Sudah satu bulan Pak Luhut terbaring lemas di Rumah Sakit Singapura, menurut informasi terbaru kesehatan Pak Luhut semakin memburuk,” tulisnya.

 

“Doa seluruh masyarakat Indonesia sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidup Pak Luhut dan sekarang Pak Luhut sadar bahwa kesehatan lebih berharga daripada mempunyai harta berlimpah,” tambah narasi di akun tersebut.

 

Terungkap, kabar Luhut Binsar Pandjaitan memang masih proses perawatan di Singapura. Namun kondisi saat ini, justru membaik dibandingkan kondisi sebelumnya.

 

Kabar bahwa kondisi Luhut Binsar Pandjaitan membaik itu diungkapkan Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi. Disebutkan Jodi kepada media, bahwa perawatan terhadap Luhut saat ini yaitu pihak dokter RS di Singapura fokus pada Fisiotherapy.

 

Adanya kabar kondisinya membaik itu menegaskan postingan di media sosial yang dilakukan sendiri oleh Luhut Binsar Pandjaitan sendiri. 

 

Melalui instagram pribadinya, Luhut berharap bisa bertemu lagi dengan masyarakat dalam keadaan sehat. Ia pun masih bisa memuji Erick Thohir yang diutus untuk menggantikan tugas dan mandatnya sebagai Marves.

 

“Terhitung tujuh hari sudah saya berada di Singapura untuk menjalani proses pemulihan. Beberapa tahap perawatan medis saya jalani dengan sebaik mungkin. Sejujurnya, pengalaman ini sungguh tidak menyenangkan, namun saya tetap berkomitmen untuk terus bersemangat meskipun proses pemulihan ini masih tetap membutuhkan waktu,” tulis Luhut Pandjaitan di Instagram.

 

“Saya sangat yakin bahwa doa-doa baik dari seluruh keluarga, teman-teman, bahkan masyarakat Indonesia telah membantu saya pada kondisi lebih baik dari sebelumnya. Bahkan, saya sudah mendapatkan izin untuk beraktivitas meskipun baru sebatas melihat dan mendengar laporan dari beberapa pekerjaan yang telah saya tinggalkan selama beberapa minggu,” imbuhnya.

 

“Saya bersyukur bahwa segalanya dapat diatasi dengan baik oleh Pak @erickthohir yang ditugaskan untuk menggantikan saya. Beliau dan para Deputi saya telah bekerja dengan maksimal, dan hasilnya terbukti dari kelancaran banyak program yang sedang dan berhasil dijalankan. Semua ini bisa terlaksana karena mereka semua ternyata ingat betul pesan saya untuk bekerja secara terintegrasi, agar semua permasalahan bisa teratasi dengan baik,” tulis Luhut.

 

Selanjutnya, Luhut juga menyebutkan, dirinya memutuskan menerima saran rekannya yakni Senior Minister Singapura Teo Chee Hean dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan.

 

“Boleh jadi kemajuan yang saya alami dalam proses pemulihan ini juga disebabkan oleh rasa tidak sabar untuk kembali bekerja lagi," tulisnya.

 

"Namun, bisa jadi juga kemajuan ini saya dapatkan karena melihat bagaimana seluruh tim bekerja secara terintegrasi untuk meng-handle semua tanggung jawab yang saya tinggalkan sejenak. Untuk itu, saya berharap agar kita semua tetap kompak dan bersatu, meskipun kita memiliki perbedaan pendapat dan pilihan. Kita patut bersyukur karena punya pemimpin yang mengutamakan persatuan diatas segala perbedaan seperti Presiden @jokowi. Mari kita fokus pada pelaksanaan tanggung jawab kita masing-masing, sehingga cita-cita mulia bangsa ini untuk menjadi negara maju pada tahun 2045, dapat tercapai,” tuturnya.

 

"Dari Singapura, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua teman-teman dan masyarakat Indonesia yang senantiasa mendoakan kesembuhan untuk saya. Mari kita bersama-sama mengumpulkan energi positif dari seluruh elemen bangsa yang bhinneka ini untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang hebat di masa depan. Semoga kita segera dapat bertemu kembali,” pungkasnya. (disway)

Sebuah foto beredar di media sosial yang memperlihatkan sosok seperti Luhut Binsar Pandjaitan tengah terbaring dalam ruangan perawatan.-tangkapan layar tiktok@keluargabangsawan1-

 

SANCAnews.id – Sebuah foto beredar di media sosial yang memperlihatkan sosok seperti Luhut Binsar Pandjaitan tengah terbaring dalam ruangan perawatan.

 

Foto Luhut Binsar Pandjaitan terbaring jalani perawatan, terlihat pakai alat bantuan pernafasan dan banyak selang pada bagian tubuhnya.

 

Dalam foto yang posting oleh akun TikTok @ keluargabangsawan1 menuliskan bahwa kondisi Luhut terbaring lemas di Rumah Sakit Singapura.

 

“Sudah satu bulan Pak Luhut terbaring lemas di Rumah Sakit Singapura, menurut informasi terbaru kesehatan Pak Luhut semakin memburuk,” tulisnya.

 

“Doa seluruh masyarakat Indonesia sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidaup Pak Luhut dan sekarang Pak Luhut sadar bahwa kesehatan lebih berharga daripada mempunyai harta berlimpah,” tambah narasi di akun tersebut.

 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia mengatakan jika dirinya berada di Singapura untuk menjalani proses pemulihan.-tangkapan layar instagram@luhutbinsarpandjaitan-

 

Sedangkan Presiden Jokowi pada 12 Oktober lalu juga sempat mengatakan bahwa tugas Luhut digantikan sementara oleh Erick Thohir.

 

Pada akun yang sama juga kembali memposting kabar bahwa Luhut mengalami pecah pembuluh darah.

 

Selain itu juga mengatakan dalam postingan lainnya jika Luhut sudah satu bulan menjalani perawantan di Singapura.

 

Sedangkan di akun instagramnya pada 13 Oktober lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia mengatakan jika dirinya berada di Singapura untuk menjalani proses pemulihan.

 

“Beberapa tahap perawatan medis saya jalani dengan sebaik mungkin. Sejujurnya, pengalaman ini sungguh tidak menyenangkan, namun saya tetap berkomitmen untuk terus bersemangat meskipun proses pemulihan ini masih tetap membutuhkan waktu,” tulisnya.

 

Menurut Luhut dirinya sudah mendapatkan izin untuk beraktivitas meskipun baru sebatas melihat dan mendengar laporan dari beberapa pekerjaan yang telah saya tinggalkan selama beberapa minggu.

 

Selain itu Luhut juga menuliskan bahwa Erick Thohir ditugaskan untuk menggantikannya.

 

“Beliau dan para Deputi saya telah bekerja dengan maksimal, dan hasilnya terbukti dari kelancaran banyak program yang sedang dan berhasil dijalankan,” tambah Luhut.

 

Luhut juga mengatakan bahwa dirinya ingin kembali bekerja dan mengalami kemajuan dalam perawatan yang dijalani.

 

“Boleh jadi kemajuan yang saya alami dalam proses pemulihan ini juga disebabkan oleh rasa tidak sabar untuk kembali bekerja lagi. Namun, bisa jadi juga kemajuan ini saya dapatkan karena melihat bagaimana seluruh tim bekerja secara terintegrasi untuk meng-handle semua tanggung jawab yang saya tinggalkan sejenak,” terang Luhut. (disway)


 

SANCAnews.id – Tim Kerja Malaria Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Helen Dewi Prameswari menyatakan kasus malaria di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) tahun 2022 sebenarnya berasal dari perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara. (PPU).

 

Hal itu dia jelaskan belum lama ini. Dia menegaskan, tak ada malaria yang berasal dari IKN.

 

"Tim tidak menemukan malaria di IKN. Temuan yang dilakukan oleh Kemenkes menunjukkan bahwa di kawasan IKN, khususnya Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) tidak ditemukan adanya malaria," ujarnya, disadur Senin (08/05/2023).

 

Dia menegaskan, permasalahan malaria di wilayah IKN berasal dari wilayah lintas batas yang berbatasan dengan Kabupaten PPU. Yakni, Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

 

Tingginya angka kasus malaria di Kabupaten PPU merupakan muara kasus dari wilayah lintas batas kabupaten tersebut. Di mana di Kabupaten PPU terdapat satu puskesmas rawat inap.

 

Yaitu Puskesmas Sotek yang menjadi rujukan dari wilayah perbatasan dengan Kabupaten Kubar. Untuk diketahui, wilayah daratan IKN seluas sekitar 256.142 hektare terletak pada dua kabupaten.

 

Kawasan IKN beririsan dengan enam kecamatan. Kecamatan Sepaku, Kecamatan Samboja, Kecamatan Loa Janan, Kecamatan Loa Kulu, Kecamatan Muara Jawa, dan Kecamatan Sanga-Sanga.

 

Sementara itu wilayah endemis malaria terdekat dari IKN berada di Kelurahan Sotek, Kabupaten PPU yang jaraknya ke Titik Nol IKN di Kecamatan Sepaku sekitar 40 kilometer. Sedangkan, nyamuk Anopheles yang menjadi penyebab malaria paling jauh terbang hanya 1-2 kilometer.

 

Pada kesempatan terpisah Pengelola Program Malaria Dinas Kesehatan Kabupaten PPU Ponco Waluyo mengatakan kasus malaria terakhir yang ditemukan di wilayah yang sekarang menjadi IKN tersebut adalah pada November 2018.

 

"Saat itu kami menemukan kasus indigenous terakhir di kawasan itu, namun sampai sekarang tidak pernah lagi kami temukan kasus tersebut," ujar Ponco yang sudah sejak tahun 1992 terlibat dalam penanganan kasus malaria.

 

Beberapa kasus malaria yang ditemukan di wilayah IKN merupakan kasus impor dari tempat lain, misalnya kasus malaria di Persemaian Semoi, bukan kasus asli dari yang digarap IKN saat ini.

 

"Itu merupakan kasus malaria dari luar yaitu beberapa kasus yang positif dari pekerja daerah aliran sungai yang melakukan penanaman bibit pohon di sepanjang jalur di kawasan IKN," kata Ponco.

 

Pengelola Program Malaria Dinas Kesehatan PPU telah melakukan survei untuk kelompok pekerja yang berisiko. Bahkan sudah pengambilan sampel bagi pekerja konstruksi, namun hingga saat ini belum ada yang terpapar kasus malaria, sehingga ia menyatakan aman. (suara)


 

SANCAnews.id – Mantan vocalis band Nidji, Giring Ganesha dikabarkan sempat dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) karena mengalami peradangan pada tubuhnya.

 

Politisi yang juga ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini terlihat tergolek lemah dengan infus di tangannya. Hal ini dikabarkan oleh sang istri, Cynthia Riza di akun instagramnnya pada Selasa (18/4/2023).

 

“Mau cerita sedikit..Pulang dari ngamen solidaritas kemarin besok paginya bangun2 mas giring panasnya 40 derajat celcius ..Aku panik dan langsung bawa ke UGD terdekat , setelah cek darah ternyata ada peradangan tinggi ditubuhnya tapi syukurlah dibolehkan pulang dan rawat jalan dirumah .Ga tega liat mas giring & khawatir bgt karena badannya lemes dan demam masih naik turun,” ujar Cintya Riza di caption unggahannya.

 

Cyntia menyebut bahwa selama ini Giring sudah melewati 4 kali terserang covid-19 dan menurutnya kali ini ia melihat suaminya tersebut sangat lemah.

 

Hal ini pun membuat Cyntia gelisah dan tak bisa berkata banyak karena selalu mengutamakan pekerjaan dan komitmennya tanpa peduli kesehatan diri sendiri.

 

“Kadang suka bingung mau ngomongnya gimana lagi sama mas giring, klo udah urusan kerjaan & komitmen pasti diutamakan ga perduli sama kesehatan dirinya sendiri. Get well soon my love,” tandas Cyntia Riza.

 

Beberapa tokoh pun ikut mengomentari unggahan istri Giring ini.

 

“Get well soon bro @giring,” kata Grace Natalie @Gracenat.

 

“Broooo cepet sembuh yaaaaa @giring,” kata Ifan Seventeen. (suara)

 

SANCAnews.id – Dokter Eva Sri Diana Chaniago atau dipanggil Dokter Eva mengkritik Kemenkes yang melakukan kajian untuk menetapkan booster kedua atau dosis keempat sebagai syarat mudik Lebaran.

 

Dia mempertanyakan manfaat booster kedua sebab pandemi sudah selesai. Hal itu disampaikan Dokter Eva dalam akun Twitter pribadinya, pada Selasa 7 Februari 2023.

 

"Mmg utk apa lagi booster kedua ini? Pandemi sudah usai, skrg apa targetnya? Virus bermutasi terus, apa masih manfaat itu vaksin?," ujar Dokter Eva dikutip Newsworthy.

 

"Mohon terangkanlah @KemenkesRI Vaksin itu biayanya besar, sudah bukan kebutuhan darurat, Baiknya dihemat uang negara, agar hutang jgn nambah lg," sambungnya.

 

Diketahui, pemerintah sejauh ini sedang menggencarkan vaksinasi booster kedua, meski antibodi penduduk terhadap SARS Cov-2 diklaim mencapai 99 persen pada awal tahun ini. Namun, belum dijelaskan jika vaksinasi keempat atau booster kedua bisa menjadi syarat perjalanan atau lainnya.

 

“Tentang Ramadhan atau Idul Fitri apakah vaksinasi ini jadi syarat mungkin nanti kita kaji paling baiknya kayak gimana,” kata Kepala Bagian Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Syarifah Liza Munira, di Jakarta.

 

Menurut dia, akan ada banyak pertimbangan lainnya apabila menjadikan vaksinasi sebagai syarat perjalanan. Ihwal vaksinasi, dia menyebut ada pertimbangan, seperti social distancing hingga anjuran mengenakan masker.

 

“Jadi vaksinasi ini salah satu cara dan utama. Tapi, masih banyak hal lain yang jadi bagian preventif Covid-19,” kata dia. (wartaekonomi).



SANCAnews.id – Selain megah, resepsi pernikahan Kaesang-Erina juga mengabaikan Protokol Kesehatan (Prokes). Tidak terlihat penggunaan masker pada acara tersebut.

 

Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menuturkan, seharusnya hajatan anak pejabat tinggi negara memperhatikan protokol kesehatan bukan malah mengabaikanya.

 

"Padahal penggunaan master di ruang tertutup masih berlaku. Aturan itu dirumuskan petinggi negeri ini yang juga hadir pada resepsi tersebut,” kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (11/12).

 

Dia menambahkan, protokol kesehatan selama ini hanya diperuntukkan bagi rakyat kecil dan seolah-olah tidak berlaku bagi para pejabat.

 

"Ada kesan penerapan Prokes hanya berlaku pada rakyat biasa. Mereka pengambilan keputusan dengan seenaknya mengabaikan hal itu. Mereka tak akan ada yang memberi sanksi,” katanya.

 

"Mengabaikan prokes tentu sangat disesalkan mengingat Covid-19 masih ada di Indonesia. Bahkan belakangan ini ada kecenderungan naik lagi,” imbuhnya,

 

Jamiluddin menuturkan tidak ada kekuatan moral lagi bagi pengambil kebijakan untuk melarang rakyatnya agar memathui prokes dengan memakai master di tempat tertutup. Sebab, mereka sendiri sudah tidak taat dengan aturan yang mereka buat sendiri.

 

"Rakyat juga sudah tidak perlu lagi mengikuti aturan prokes. Rakyat juga tidak harus lagi melakukan booster. Tidak ada lagi syarat mau berpergian atau ke mal harus sudah booster,” ujarnya.

 

"Jadi, sejak resepsi Kaesang-Erina anggap saja sudah tidak ada Covid-19 di Indonesia. Semua aturan terkait Prokes pun anggap saja sudah tidak ada. Indonesia harus dinyatakan sudah bebas Covid-19,” tutupnya. (*)

 

SANCAnews.id – Marak kasus gagal ginjal di Indonesia. Utamanya menimpa bocah. Ternyata, Babeh Aldo mengaku sudah pernah mengingatkan dua tahun lalu.

 

Itu diungkap Babeh Aldo di akun Twitternya @MprAldo.

“KOMENTAR BABEH ALDO TENTANG MARAKNYA KASUS GAGAL GINJAL !!!

“GUE UDEH INGETIN DARI 2 TAHUN LALU BAHWA EFEKNYA AKAN MAKIN MARAK SETELAH 2 THN !!!”

TAPI KAN G ADA BALITA YG DI VAKSIN !!

ASI BERPENGARUH KAWAN !!!

GW DAH INGETIN YA..

MET MENIKMATI !!

 

link :

https://youtu.be/iMKqStudJbo,” tulis Babeh Aldo.

 

Di dalam akun youtubenya, “Babeh Aldo Suara Kebenaran”, Babeh Aldo mengatakan, saat ini ramai-ramai balita gagal ginjal. Menurutnya, itu gara-gara adanya vaksin Covid-19. Babeh Aldo menyebutnya yang “diwajibkan”. Babeh Aldo tak berani menyebut Vaksin Covid-19 itu di akun youtubenya, karena khawatir video-videonya akan ditakedown dan akunnya akan disuspend.

 

Memang bayi kata Babeh Aldo, tidak divaksin. Tapi ibunya yang divaksin dan menyusui anaknya. Apa yang dikonsumsi orang tua kata Babeh Aldo, berpengaruh pada air susu ibu (ASI) yang dikonsumsi balita.

 

“Ini yang lucu, obat-obat lain yang disalahkan,” ujar Babeh Aldo.

 

BPOM kata Babeh Aldo, sempat tak bisa diakses. Itu setelah diserang oleh netizen.

 

Babeh Aldo mengatakan, dia sempat melihat beberapa bayi di Jawa Barat, tidak ada riwayat meminum paracetamol, tapi kena. Dia justru menyalahkan vaksin atau Babeh Aldo menyebutnya, “yang diwajibkan”.

 

“Efek yang ‘diwajibkan’ ini, akan dirasakan dua tiga tahun ke depan. Sekarang sudah mulai. Sudah kalian rasakan sekarang,” ungkapnya.

 

“Kembali lagi ke kalian, kalian tidak mau percaya, terserah kalian. Efeknya mulai terasa setelah kalian lakukan itu,” tambahnya.

 

“Ini adalah cara terbaik yang saya sampaikan,” paparnya.

 

“Buat kalian yang nanya-nanya gagal ganjal, itu sudah saya sampaikan,” ujarnya.“Makanya saya sudah sampaikan kalian dak percaya, hahaha,” imbuhnya. (herald)

 


SANCAnews.id – Menterian Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan akan mendatangkan antidotum (Fomepizole) dari Singapura sebanyak 200 vial untuk obat pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal (acute kidney injury).

 

Budi mengaku bahwa dirinya telah menghubungi Menteri Kesehatan Singapura dan Australia tentang obat ini.

 

"Saya sudah kontak teman saya Menteri Kesehatan Singapura dan Australia. Kita mau bawa 200 dulu, karena satu vial bisa buat satu orang. Ada beberapa kali injeksi tapi bisa cukup satu vial", kata Budi Gunadi di Gedung Adhyatama Kemenkes RI, Jumat, 21 Oktober 2022.

 

Sebelumnya, pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal di RSCM telah menggunakan obat ini sejak 18 Oktober lalu dan memiliki 10 vial yang digunakan untuk 11 pasien.

 

Hasilnya, Budi menjelaskan, kondisi pasien anak di RSCM itu sebagian membaik dan sebagian stabil. Dari perkembangan inilah, pihak pemerintah ingin mendatangkan antidotum bermerek Fomepizole lagi ke tanah air.

 

Budi mengatakan, harga satu vial Fomepizole dari Singapura itu mencapai Rp 16 juta dan akan ditanggung pihak Kementerian Kesehatan. "Untuk harganya satu vialnya Rp16 juta harganya, itu untuk sementara kita yang nanggung," tuturnya.

 

Hingga per 21 Oktober 2022, Kemenkes mengumumkan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia telah mencapai 241 kasus dengan persentase angka kematian 55 persen atau 133 dinyatakan meninggal dunia.

 

Kemenkes menyatakan dugaan kemungkinan penyebab gangguan ginjal akut ini disebabkan oleh obat sirup yang mengandung polietelin glikol yang berfungsi sebagai pelarut tambahan.

 

Sebenarnya, kata Budi, polietelin glikol bukan bahan berbahaya atau beracun. Namun, bila penggunaannya tidak dalam kualitas baik maka akan menimbulkan cemaran berupa senyawa kimia berbahaya seperti etilen glikol (EG) dan Dietlien Glikol (DEG).

 

"Jadi obat sirup ini supaya melarutnya bagus dia kasih pelarut tambahan polietelin glikol. Enggak beracun, tapi kalau membuatnya tidak baik ini jadi cemaran. Nah cemaran ini yang mengandung senyawa berbahaya seperti EG dan DEG", kata Budi. (tempo)


 

SANCAnews.id – Situs BPOM down alias tak bisa diakses sejak petang ini. Hingga pukul 19.00 hal ini masih terjadi.

 

Menurut pantauan kumparan, ketika laman pom.go.id bertuliskan '503 service unavailable'.

 

Sebelumnya, sekitar pukul 17.00 WIB BPOM merilis 5 obat sirop yang mengandung etilen gilikol dan dietilen glikol di atas batas aman.

 

“Sesuai farmakope dan standar baku nasional yang diakui, ambang batas aman atau tolerable daily intake (TDI) untuk cemaran EG dan DEG sebesar 0,5 mg/kg berat badan per hari,” kata Kepala BPOM Penny Lukito, Kamis (20/10).

 

Terkait rilis ini, BPOM juga menyampaikan di akun medsos mereka. Baik Twitter maupun Instagram.

 

Kelima produk yang dimaksud BPOM tersebut adalah:

 

Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex untuk kemasan dus dan botol plastik @60 ml.

 

Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama, kemasan dus dan botol plastik @60 ml.

 

Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Pt Universal Pharmaceutical

Industries, kemasan dus dan botol plastik @60 ml.

 

Unibebi Demam Sirup (obat demam) produksi Pt Universal Pharmaceutical Industries, kemasan dus dan botol plastik @60 ml.

 

Unibebi Demam Drops (obat demam) produksi Pt Universal Pharmaceutical Industries, kemasan dus dan botol plastik @15 ml.

 

Namun BPOM menyebut, hasil uji cemaran senyawa EG tersebut belum mendukung kesimpulan apakah terkait dengan kejadian gagal ginjal akut karena masih ada faktor risiko lain. (kumparan)


 

SANCAnews.id – Varian baru virus Covid-19 yakni Deltacron telah muncul ditengah-tengah masyarakat. Kemunculan varian baru ini mendapat respon dari salah satu pengguna media sosial, Lolla Cantika yang menyebut jika virus dajjal ini muncul ketika menjelang bulan puasa dan akan menggila menjelang lebaran.

 

Kritikan Lolla Cantika tersebut dilontarkan melalui sebuah cuitannya di media sosial Twitter di akun pribadinya @LollaCantika__ sebagaimana dilihat pada, Rabu 16 Maret 2022.

 

Dia menyebut jika Deltacron adalah hasil perkawinan antara dua varian virus corona yang sebelumnya diklaim muncul ditengah masyarakat.

 

“Ketika Omicron kawin sama Delta, kemudian lahirlah Deltacron”, cuit Lolla Cantika.

 

Lolla Cantika menyebut jika kemunculan virus baru selalu bertepatan dengan perayaan hari besar umat Islam.

 

“Dia lahir menjelang bulan puasa tiba ni virus dajjal setiap menjelang hari besar islam pasti datang”, cuitanya lagi.

 

Selain itu, dia menyebutkan jika puncak dari virus ini menurut prediksinya akan ramai dibicarakan menjelang hari lebaran.

 

“Puncak menggilanya virus nanti pas lebaran, siap-siap vaksin ke empat diluncurkan”, tulisnya lagi.

 

Seperti diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah mengumumkan kemunculan virus varian Deltacron.

 

Menurut ilmuwan, Deltacron merupakan varian covid-19 baru yang menggabungkan mutasi dari varian omicron dan delta.

 

Di negara luar seperti Amerika, Prancis dan negara Eropa lainnya, varian ini telah lebih dulu terdeteksi. Varian ini muncul dari proses yang disebut dengan rekombinasi ketika dua jenis varian ini menginfeksi pasien secara bersamaan. (terkini)



 

SANCAnews.id – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sumatera Barat, saat tengah melakukan perawatan terhadap seorang pasien yang mengalami kulit melepuh usai divaksin COVID-19.

 

Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum RSUP M Djamil dr Dovy Djanas mengatakan dari hasil keterangan pihak keluarga, bahwa pasien bernama Febri Yulianti (29) mengalami kondisi kulit melepuh, usai disuntik vaksin COVID-19.

 

Selain itu dari keluarga juga menceritakan kalau pasien punya alergi sejak delapan tahun lalu. Reaksi alergi itu sering hilang timbul dan sekarang timbul lagi.

 

"Pasien itu sedang kita tangani. Tadi pasien melakukan kontrol ke poliklinik RSUP M Djamil," katanya, Sabtu 19 Februari 2022.

 

Dia melanjutkan, sejumlah tim dokter dari penyakit dalam dan khusus alergi melakukan pemeriksaan ulang terhadap Febri. Dengan demikian dapat diberikan justifikasi secara medis, penyakitnya apa dan bagaimana pengobatannya.

 

"Dari yang kita lihat, penyakit kulit itu tidak mengancam jiwa, tapi di kulitnya ada lesi namanya di kulit yang harus kita pastikan," tegasnya.

 

Namun soal penyakit yang timbul berkaitan usai pasien menerima vaksin COVID-19, pihaknya belum dapat memastikan.

 

Febri merupakan seorang guru honorer di salah satu SD di Kecamatan Situjuh V Nagari. Dia seorang warga Jorong Subarang Tabek, Nagari Situjuah Banda Dalam, Kecamatan Situjuh V Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.

 

Febri mengalami perubahan pada kulitnya usai mendapatkan vaksin pada 11 November 2021 silam di Kantor Wali Nagari. Saat ini Febri dirujuk ke RSUP M Djamil Padang sejak Jumat 18 Februari 2022 kemarin. (kumparan)


 

SANCAnews.id Wakil Bupati Kulon Progo Fajar Gegana terpapar Covid-19 dari klaster pernikahan yang belum lama ini muncul di daerah Karangsari. Fajar mengaku tidak mengalami gejala dan menjalani isolasi di rumah dinasnya.

 

“Saya terpapar Covid-19, dan secara riil tidak ada keluhan. Hanya sedikit keluhan dan kantuk,” katanya, Rabu (2/2).

 

Fajar mengatakan dirinya sudah transmisi lokal di ring keempat pada klaster pernikahan ini. Dia menyebut ada pertemuan dan rapat yang diikutinya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan di ruang yang luas.

 

Menurutnya, penularan seperti ciri dari Omicron yakni sangat cepat. Bahkan, menurutnya penularan ini lebih cepat tiga kali lipat dibandingkan dengan varian Delta.

 

“Sangat cepat penularannya. Saya harap bukan Omicron,” tuturnya.

 

Dalam kasusnya ini, setidaknya ada 10 orang yang kontrak erat yang dilakukan tracing. Mereka dari keluarga, sopir, ajudan, dan beberapa rekan.

 

“Sudah ditracing, semoga hasilnya cepat keluar dan dapat segera diantisipasi,” ucapnya. (genpi)



 

SANCAnews.id – Mahkamah Agung (MA) menolak gugatan warga terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2021. Alhasil, sanksi pidana bagi yang tidak mau divaksin dikuatkan MA.

 

Perpres yang diuji itu lengkapnya bernama Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

 

Di Pasal 13A ayat 2, Pasal 13A ayat 4, dan Pasal 13B yang mengatur tentang kewajiban vaksinasi bagi masyarakat serta sanksinya apabila dilanggar baik berupa sanksi administratif dan juga sanksi pidana. Aturan sanksi pidana ini di judicial review ke MA oleh Saka Murti Dwi Sutrisna dkk tapi kandas. “Tolak,” demikian bunyi putusan judicial review yang dikutip detikcom dari websiite MA, Jumat (7/1).

 

Duduk sebagai ketua majelis Prof Supandi dengan anggota Is Sudaryono dan Yodi Martono Jauzie.

 

Sebagaimana diketahui, Saka memberikan kuasa ke Abdul Hamim Jauzie. Ia menilai, ketentuan di Perpres tersebut dianggap oleh pemohon cacat secara formal dan materiil karena bertentangan dengan prosedur pembentukan perundang-undangan sebagaimana ditentukan dalam UU No 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Serta tidak sejalan dengan semangat jaminan hak asasi manusia (HAM) di bidang pemenuhan kesehatan dalam UU No 36/2009 tentang Kesehatan, UU No 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

 

“Dan UU No 11/2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya,” ujar Saka.

 

Secara substansial, kata Saka, Pasal 13 dan Pasal 15 UU Nomor 12/2011 mengatur materi muatan perpres seharusnya dapat mengakomodasi materi yang diperintahkan oleh UU, materi untuk melaksanakan peraturan pemerintah, atau materi untuk melaksanakan penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan. Serta yang tidak kalah pentingnya tidak boleh mengatur ketentuan pidana.

 

“Dengan diaturnya ketentuan pidana dalam Pasal 13B Perpres 14/2021 tersebut, maka sudah sepatutnya tidak dibenarkan,” kata tim pengacara yang terdiri dari Audaraziq Ismail, Bitra Mouren Ashilah, Mohammad Faisol Soleh, Rhendra Kusuma, dan Sandi Yudha Prayoga itu.

 

Meskipun disandingkan ketentuan pidana dalam UU No 4/1984, menurut Saka dkk, sama sekali tidak beralasan. Sebab, ketentuan pidana dalam UU tersebut hanya mengatur dua bentuk tindak pidana dan sama sekali tidak mengakomodir ketentuan mengenai pelanggaran kewajiban vaksinasi.

 

Persoalan lain yang juga ditentang adalah masalah bentuk pemberian label ‘wajib’ bagi masyarakat untuk vaksinasi. Padahal jelas vaksinasi merupakan bagian dari ‘hak’ atas kesehatan yang dijamin oleh konstitusi serta aturan penerjemahnya, yaitu UU No 36/2009, UU No 4/1984, dan UU No 11/2005.

 

"Justru sebaliknya, label 'wajib' merupakan domain yang seharusnya disematkan pada Negara melalui Pemerintah dan bukan berada pada masyarakat," pungkas Saka. Tapi apa daya, argumen Saka dkk kandas. MA menguatkan Perpres itu. (*)



 

SANCAnews.id – Pakar kesehatan masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono menegaskan penanganan pandemi COVID-19 di tanah air sudah membaik. Bahkan, Pandu menyebutnya dalam transisi yang terkendali.

 

“Lockdown bukan solusi tetapi buying time, setelah Agustus penurunan luar biasa dan sampai sekarang ndak ada lonjakan,” kata Pandu dalam sebuah diskusi daring rilis survei, Minggu (9/1).

 

“Dunia bertanya kenapa Indonesia bisa seperti itu, bukan karena keajaiban juga karena penduduk Indonesia akhirnya punya kekebalan baik dari vaksinasi maupun pernah terinfeksi,” tambah Pandu.

 

Dicontohkan Pandu, hampir 50 persen penduduk DKI sudah punya kekebalan. Sebagian besar sudah dilakukan vaksinasi oleh pemerintah.

 

“Saya pernah bilang kita beruntung sebagai bangsa sebagian penduduk Indonesia divaksinasi oleh Tuhan kemudian dibooster oleh Pemerintah, (oleh) Jokowi,” seloroh Pandu.

 

Lebih lanjut, bagi Pandu, giat vaksinasi Jokowi dan semua menteri ikut mencari vaksin layak diapresiasi. Sebab, dampaknya saat ini bisa dirasakan.

 

“Pada saat natal saya sudah membaca itu kenapa pemerintah mau melakukan PPKM level 3, saya bilang enggak perlu. Saya protes keras. Semua epidemiolog mengatakan ada gelombang ketiga, tidak ada saya bilang. Kenapa kok begitu, karena saya yakin dengan data yang saya miliki di DKI dan itu berlaku di seluruh Indonesia angkanya ndak jauh beda,” tegas Pandu.

 

Diberitakan sebelumnya, perubahan kebijakan PPKM level 3 di seluruh RI ini diklaim sebagai langkah mencegah lonjakan kasus COVID-19 seperti di Akhir tahun 2020 lalu. Namun, pemerintah akhirnya membatalkan kebijakan tersebut, sejumlah daerah bahkan menuai kerumunan, mobilitas warga tak terbendung. (kumparan)




SANCAnews.id – Forum Umat Muslim Indonesia (FUMI) bersama ratusan anggotanya melakukan aksi damai di kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di kawasan Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (29/12/2021). Mereka meminta Kemenkes agar memprioritaskan penggunaan vaksin halal.

 

Dalam aksi unjuk rasa itu, FUMI mengkritisi pemberian suntikan vaksin Covid-19 yang tidak halal dan tidak sesuai kaidah-kaidah ajaran Islam. 

 

“Sejak awal tahun 2020, muslim diberikan suntikan vaksin Covid-19 yang tidak halal dan bersih. MUI bahkan menyetujui penggunaan vaksin haram tersebut, karena kondisi pada saat itu dalam keadaan darurat vaksin, sehingga tidak ada pilihan lain selain menerima vaksin haram untuk dipergunakan oleh kaum muslim,” kata Ketua Presidium FUMI, M Rifky, dalam keterangannya, Rabu (29/12/2021).

 

Pria yang akrab disapa Eki Pitung itu melanjutkan, meski sudah berlangsung dua tahun, jumlah dan jenis vaksin Covid-19 sudah banyak ditemukan di Indonesia baik yang halal maupun haram.

 

Pemerintah pun, katanya, berencana mulai Januari 2022 melakukan program vaksinasi booster kepada masyarakat dengan menggunakan enam jenis vaksin yang tidak semuanya halal.

 

Eki mengingatkan, jumlah muslim di Indonesia sangat besar. Sehingga pemilihan jenis vaksin halal harus menjadi prioritas pemerintah.

 

“Sehingga perlu jaminan dan perlindungan kepada umat muslim di Indonesia untuk memperoleh vaksin halal dalam program vaksinasi booster kedepan,” ujar Eki.

 

Untuk itu, Eki bersama FUMI menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah melalui Kemenkes. Dalam orasinya ia meminta Menkes Budi Gunadi Sadikin agar menghentikan dan melarang pemberian vaksin haram kepada muslim terhitung mulai 31 Desember 2022.

 

“Kami juga meminta setop jor-joran membeli vaksin haram impor, berdayakan kemampuan industri dalam negeri untuk membangun kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan Indonesia,” ujarnya.

 

Selain itu, FUMI juga meminta adanya larangan bagi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk memaksa muslim disuntik dengan vaksin haram.

 

Kami juga menuntut pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/ kota untuk menyediakan vaksin halal untuk umat muslim,” bebernya. (poskota)



 

SANCAnews.id – Kepala Puskesmas Patimpeng, Andi Asis mengaku belum mendapatkan kabar soal kematian pelajar kelas 1 MTS Patimpeng, Kabupaten Bone, yang meninggal usai divaksin Covid-19 kedua.

 

Namun demikian, dia membenarkan bahwa yang melakukan vaksinasi terhadap semua pelajar MTS Patimpeng adalah pihaknya, dan itu dilakukan sekitar dua bulan lalu.

 

"Pelajar MTS Patimpeng divaksin di puskesmas, tapi saya tidak tahu kalau ada meninggal usai divaksin karena belum ada penyampaian ke saya," kata Andi Asis, Senin (27/12/2021).

 

Menurutnya, bahwa ada kabar yang sampai ke dia bahwa memang ada orang yang meninggal dunia di Desa Gattareng, tapi meninggal karena "Attikengeng" (Semua badannya hitam).

 

Ditanya soal yang disesalkan orang tua korban karena tidak ada penyampaian sebelumnya, Andi Asis justru menyalahkan pihak sekolah. Sebab, sebelumnya pihak puskesmas memang sudah menyampaikan ke sekolah bahwa pelajar yang mau divaksin Covid-19 harus ada izin dari para orang tua.

 

"Setiap kita mau vaksin untuk siswa pasti diberitahukan ke gurunya untuk menyampaikan ke orang tua, kalau tidak ada penyampaian ke orang tua, berarti itu kesalahan guru," dalihnya.

 

Sebelum melakukan vaksin Covid-19, kata dia, sebelumnya discreening dulu dan semua prosedur telah dilaksanakan. Screening sendiri bertujuan untuk mengetahui tekanan darah, selain itu vaksinator juga bertanya ke yang bersangkutan apakah ada riwayat penyakit sebelumnya atau tidak.

 

"Kalau itu jantung saya tidak paham karena saya bukan ahlinya, karena di screening memang tidak bisa terdeteksi kalau jantung, screening, untuk tahu tinggi atau rendah tekanan darahnya, jadi masyarakat sendiri yang harus sampaikan kalau ada penyakit bawaannya, jantung misalnya," lanjut Azis.

 

Tak hanya itu, Asis mengatakan bahwa dia juga tidak bisa disalahkan kalau nyawa seseorang sudah mau mati juga. "Tidak bisa disalahkan hanya satu pihak karena jangan sampai penyebabnya bukan dari situ, kita kan harus buktikan dulu dengan hasil visum baru diketahui pasti penyebab kematiannya," tandasnya.

 

Andi Asis juga mengatakan bahwa tidak mungkin pemerintah menyarankan warganya untuk vaksin Covid-19, sepanjang vaksin ini bertujuan untuk obat.

 

"Kalau sampai hari ini belum ada yang saya tahu punya resiko masalah vaksin, vaksin ini kan cuma vitamin, cuma saya tidak tahu vitamin apa silahkan tanya dokter karena saya hanya penanggungjawab disini," tutupnya. (bukamata)



 

SANCAnews.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan mereka yang sudah mendapat vaksin COVID-19 sebanyak dua dosis bahkan sudah menerima booster tetap bisa terpapar varian Omicron.

 

Hal ini disampaikannya setelah melihat kondisi sejumlah negara di Eropa yang mengalami banyak penyebaran varian baru ini. Padahal, di sana cakupan vaksinasi sudah sangat tinggi.

 

"Sudah terbukti sekarang bahwa kemampuan netralisasi virus pascainfeksi dan imunisasi menurun terhadap Omicron dibandingkan varian lain. Ada kemungkinan besar bahwa beberapa orang yang sudah divaksinasi lengkap maupun booster tetap tertular Omicron," kata Budi dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 20 Desember.

 

Meski begitu, Budi meminta masyarakat tetap segera melakukan vaksinasi COVID-19 dan tidak memilih vaksin yang akan mereka dapatkan. "Kami mengimbau agar masyarakat mempercepat vaksinasi," tegas eks Wakil Menteri BUMN itu.

 

Menkes mengatakan, penyuntikkan vaksinasi ini perlu dilakukan guna mencegah kemungkinan menyebarnya varian Omicron di tengah masyarkat. "Tolong vaksinasi kita yang paling banyak sekarang datang adalah Pfizer dan AstraZeneca. Tidak usah pilih vaksinnya tipe apa, langsung divaksinasi saja," ungkap Budi.

 

Menkes memaparkan saat ini sudah ada 107 juta masyarakat yang mendapatkan vaksin dua dosis. Sehingga, dia yakin target World Health Organization (WHO) sebanyak 40 persen dari jumlah target vaksinasi akan diraih dalam waktu yang tidak lama lagi.

 

"Kami rasa dalam dua hari ke depan kita sudah bisa mencapai target WHO full 40 persen dari populasi dua kali suntik," jelasnya.

 

Sementara untuk vaksin anak-anak yang sudah dilaksanakan sejak pekan lalu sudah diberikan sebanyak 542 ribu suntikan. "Ini merupakan angka yang baik," pungkas Budi. (voi)


SancaNews

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.