Latest Post

Mobil Barracuda tabrak ojol saat demo ricuh di Jakarta. (tangkap layar) 


JAKARTA — Tujuh anggota Brimob ditangkap setelah terlibat dalam insiden yang melibatkan pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21), yang tewas tertabrak kendaraan lapis baja Brimob Polri di Jakarta Pusat (Jakpus). Pemeriksaan terhadap tujuh anggota Brimob tersebut disiarkan oleh Divisi Propam Polri melalui akun Instagram @divisipropampolri.

 

Ketujuh anggota Brimob yang diperiksa di ruang Biro Paminal Divisi Propam Polri antara lain Bripka Rohmat (kanan), Kompol Kosmas K Gae (Kompol C), Aipda M Rohyani (Aipda R), Briptu Danang (Briptu D), Bripda Mardin (Bripda M), Bharaka Jana Edi (Bharaka J), dan Bharaka Yohanes David (Bharaka Y).

 

Satu di antara pelaku mengungkapkan kondisi jalanan saat itu penuh batu. Siapa anggota Brimob yang berbicara ini belum diketahui. Jalanan yang dimaksud juga tidak dijelaskan secara detail.

 

"Saya tidak mengerti posisi orang karena saya tidak, tidak memperhatikan orang kanan-kiri Pak," ujarnya.

 

Pelaku lainnya menyampaikan kondisi saat itu penuh pecahan kaca. Asap juga membubung tinggi.

 

Penyidik kemudian bertanya kepada pelaku, apakah bisa melihat orang atau tidak dari samping ketika di dalam mobil. Anggota Brimob lain menjawab, jika kaca rantis bewarna gelap karena telah dilapisi pelindung kaca. Kondisi juga kala itu, katanya, penuh asap bekas pembakaran. Untuk bisa melihat ke depan, mereka kerap menggunakan lampu tembak.

 

"Jadi saya hantam saja. Karena kalau nggak saya terobos, itu selesai Pak sudah, massa penuh," ujarnya. (era)


Mobil Barracuda tabrak ojol saat demo ricuh di Jakarta. (tangkap layar) 

 

JAKARTA — Kendaraan lapis baja Brigade Mobil (Brimob) melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta Pusat. Seorang saksi mata sekaligus pengemudi ojol, Didin Indrianto, mengatakan insiden itu terjadi saat polisi sedang memukul mundur para pengunjuk rasa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta Pusat.

 

"Mungkin dia syok, panik juga, jadi (korban) jatuh, mungkin polisi yang di dalam mobil nggak tahu atau gimana, main lindes aja. Tapi sempet ditahan kok sama massa, bahwa itu ada Gojek di bawah itu, tapi tetep nggak digubris, dilindes abis sama dia sampai ban depan sampai ban belakang," kata Didin kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

 

Mobil rantis itu kemudian kabur. Sejumlah ojol dan pengemudi lain langsung mengejar rantis itu sampai ke daerah Kota Casablanca. "Sempat dikejar-dikejar sampai ke Kota Casablanca dikejar. Cuma karena ujan, jadi nggak banyak, dia tahu-tahu masuk ke tol," ungkapnya.

 

Didin mengaku merinding saat melihat kondisi korban usai dilindas. Bagian perut korban luka berat karena terlindas ban rantis tersebut. Korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun nyawanya tak tertolong.

 

"Sempet ngelihat korban, orang saya sampai merinding, nggak bisa bergerak itu orang. Langsung dibawa ke atas motor, di bawa ke RSCM. Dan dapat kabar sudah nggak ada itu orang, meninggal dunia," imbuhnya.

 

Terpisah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf atas insiden mobil rantis Brimob melindas driver ojol ketika membubarkan massa pedemo ricuh. "Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya," kata Listyo.

 

Mantan Kabareskrim Polri ini mengatakan pihaknya sedang mencari korban-korban yang dilindas sopir mobil rantis itu. Dia mengaku sudah memerintahkan jajarannya untuk mengusut kasus ini. "Sampai saat ini kami sedang minta Kapolda, Kadivpropam, dan Tim Pusdokkes untuk mencari keberadaan korban (dan penanganan lebih lanjut)," tuturnya. (era)

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi di di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2025. (Foto: RMOL/Faisal Aristama) 


JAKARTA — Aparat kepolisian mengendus adanya pihak-pihak yang berupaya memanaskan situasi saat demonstrasi mahasiswa di Gedung DPR-MPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis sore, 28 Agustus 2025.

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan, asal usul pihak-pihak tersebut tidak jelas karena tidak memiliki struktur maupun identitas saat menggelar aksi unjuk rasa.

 

“Ya ini masih terus dilakukan pendalaman dan identifikasi,” ungkap Ade Ary kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan.

 

Secara umum, ia menyebut bahwa demonstrasi buruh yang dilakukan siang tadi dan mahasiswa di sore harinya berlangsung aman terkendali.

 

Namun demikian, Ade Ary menyebut hingga saat ini pihaknya bersama stakeholder terkait terus melakukan pemantauan di sejumlah titik pasca-demonstrasi.

 

“Rekan-rekan kami masih melakukan patroli mobile, memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat dalam rangka tetap menjaga kondusifitas,” tukasnya.

 

Pada hari ini, ribuan buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Mereka menggelar aksi sekitar 3,5 jam, dimulai pukul 10.00 WIB hingga 13.20 WIB.

 

Tak selang berapa lama, ratusan mahasiswa dari berbagai elemen kampus pun berunjuk rasa di gerbang Pancasila dan gerbang depan Gedung DPR. Tak berlangsung lama, aparat kepolisian memukul mundur massa aksi hingga berujung ricuh. (rmol)

 

Ricuh demo (Era.id/SA) 

 

JAKARTA — Jurnalis ERA, SA, nyaris menjadi korban perampasan ponsel saat sedang meliput kericuhan demo di Jalan Asia-Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8). Jurnalis ERA mengaku ponselnya sempat dirampas oleh polisi dan diminta menghapus video hasil laporan di tempat kericuhan.

 

Perampasan ponsel sekaligus permintaan untuk menghapus video itu dialami SA saat sedang memantau situasi demo yang berubah menjadi kericuhan di Jalan Asia-Afrika, Senayan. Ia mengaku kejadian ini bermula ketika dirinya merekam aksi saling serang antara polisi dan pedemo.

 

"Jadi tadi videoin ricuh, polisi saling serang sama massa di Jalan Asia-Afrika. Nggak lama di sisi sebelah kiri jalan, ada keramaian. Di lihat dari jauh, polisi nangkep satu massa. Massa itu digebukin," ujar SA.

 

Lalu, kata SA, ia yang berusaha mendekat dan ingin mengabadikan kejadian itu langsung dihampiri seorang polisi yang mengenakan pakaian preman. SA diminta tidak mendekat ke lokasi kejadian dan merekam insiden tersebut.

 

"Terus mau ngedeket, polisi pakaian preman langsung narik saya bilang ‘udah jangan video-video. Jangan ke sana (ngedekat)’," jelasnya sambil menirukan ucapan polisi tersebut.

 

Tidak berhenti sampai di situ saja, polisi berpakaian preman itu kemudian merangkul SA dan berusaha untuk merampas ponselnya. Namun SA berusaha melawan dengan menantang polisi itu untuk ikut bersamanya.

 

"Terus saya dirangkul, bilang ‘videonya hapus’. Hp saya dipegang mau diambil. Saya tahan terus bilang ‘kenapa nggak boleh? Itu yang lain videoin. Ayo ikut lihat siapa aja yang videoin’," tegasnya.

 

Pasca ditantang oleh SA, polisi berpakaian preman itu tidak berani melawan. Oknum itu memilih pergi dan melepaskan SA tanpa merampas ponsel miliknya.

 

"Abis itu dia pergi ngejauh tinggalin saya," pungkasnya.

 

Aksi saling serang ini diketahui terjadi di Jalan Asia-Afrika, Senayan, dekat dengan Mal Senayan City. Massa menyerang petugas dengan melempar batu, bambu, hingga molotov.

 

Tindakan itu melukai seorang polisi yang kemudian dibalas dengan lemparan batu dan bambu. Aksi saling serang yang berlangsung sebentar itu kemudian dilanjutkan dengan tembakkan kembang api ke arah polisi. 

 

Polisi lantas membalas tembakkan kembang api itu dengan water cannon dan gas air mata. ***

 

Ilustrasi massa demo terlibat bentrokan dengan petugas kepolisian di kawasan Palmerah, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos) 


JAKARTA — Aksi protes ribuan orang di sekitar Gedung MPR/DPR di Senayan, Jakarta, semakin memanas. Bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan dimulai pada Kamis sore (28 Agustus).

 

Setelah massa buruh membubarkan diri sejak siang hari, giliran mahasiswa dan pelajar yang mendatangi lokasi.

 

Pantauan situasi di Jalan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali memanas. Ribuan massa yang mayoritas remaja dan pelajar melakukan aksi perusakan dengan merobohkan kamera pengawas CCTV.

 

Tak berhenti di situ, mereka juga menutup jalur rel kereta menuju Tanah Abang dan Rangkasbitung. Aksi ini membuat arus transportasi semakin lumpuh.

 

Aparat kepolisian yang berjaga mencoba membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata. Namun, tembakan itu tak membuat mereka mundur.

 

Sebaliknya, massa justru membalas dengan menyalakan petasan dan kembang api ke arah aparat. Kondisi ini membuat suasana semakin tegang.

 

Kericuhan berdampak langsung pada lalu lintas di ibu kota. Ruas jalan tol dalam kota ditutup. Selain itu, Jalan Gatot Subroto juga telah ditutup sejak sore hari, menambah kepadatan di sejumlah titik alternatif.

 

Diketahui, Ribuan massa yang sebelumnya terkendali mulai memadati kawasan hingga menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan Tol Dalam Kota.

 

Kondisi ini berdampak pada akses keluar tol Senayan atau DPR/MPR. Akibatnya, pihak Jasa Marga bersama kepolisian terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas untuk menjaga keamanan pengguna jalan.

 

Situasi mulai memanas sejak pukul 15.00 WIB. Massa aksi mulai memasuki area jalan tol, sehingga pengalihan arus lalu lintas langsung diberlakukan.

 

“Demi keselamatan dan keamanan pengguna jalan, atas diskresi Kepolisian, Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit untuk sementara kami lakukan pengalihan lalu lintas selama aksi unjuk rasa berlangsung. Pengguna jalan dari arah Cawang diarahkan untuk putar balik di KM 08+100 dan 09+600, sedangkan pengguna jalan dari arah Slipi, diarahkan putar balik di KM 12+400,” ujar Ginanjar Rakhmanto, Senior Manager Representative Office 2 Jasa Marga Metropolitan Tollroad (JMT).

 

Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini. Untuk sementara, pengguna jalan diimbau menghindari Ruas Tol Dalam Kota, terutama kawasan Semanggi dan Senayan, hingga situasi kondusif. 

 

Pengendara juga diminta memantau perkembangan terkini melalui media sosial resmi Jasa Marga, aplikasi TRAVOY yang menampilkan live CCTV, serta call center 24 jam di 14080. (fajar)


SN

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.