Latest Post

Satu unit kendaraan pik-up diamankan di Polsek Koto Tangah/Ist


PADANG Kapolsek Koto Tangah AKP Afrino Chan, SH, MH  melalui Kanit Reskrim IPDA Mardianto Padang, SH bersama Tim berhasil mengungkap kasus dugaan penggelapan mobil sewaan satu unit merk Daihatsu Pic Up Nopol T 86xx AH warna Metalik atas nama Muhidin, Senen (6/11/23).

 

Berdasarkan surat laporan (SPKT) bertempat di Polsek Koto Tangah  atas nama Yogi Satrio warga Kel. Koto Pulai Kec. Koto Tangah selaku pemilik kendaraan Daihatsu Pic Up Nopol T 86xx AH melaporkan Andi (44) warga Pasir Putih Kel. Parupuk Tabing Kec. Koto Tangah Padang.

 

“Sesuai dengan pengaduan yang diterima, selanjutnya kami kirimkan surat mengenai perkembangan penyidikan perkara dan apabila 2 alat bukti tersebut sudah terpenuhi maka kami akan meningkatkan penyidikan dan dapat dilakukan tindakan paksa terhadap pelaku karena ada bukti yang menguatkan dan bisa kita tingkatkan,” jelasnya Kanit Reskrim.

 

Dalam kasus ini, Andi diduga melakukan tindak pidana penggelapan atau penipuan sewa mobil proyek Jembatan Ujung Batu Rokan Hilir di Pakan Baru selama 7 bulan dengan harga sewa bulanan Rp. 6.500.000 (enam juta lima ratus ribu rupiah) di rumah Romi yang masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan pemilik kendaraan.

 

“Terlapor menghubungi korban untuk menyewa kendaraan jenis pick up melalui Romi di rumah Romi dengan perjanjian sewa. Terlapor Andi kemudian mengambil dan membawa kendaraan milik pelapor,” sebutnya.

 

Selanjutnya pada bulan pertama, kedua lancar dibayarkan melalui Romi dan pada bulan berikutnya Andi tidak lagi melakukan pembayaran dan berjanji untuk mengembalikan mobil pelapor.

 

Namun saat waktunya tiba, terlapor sudah tidak bisa dihubungi sehingga pelapor melaporkan kehilangan tersebut ke polisi.

 

Kemudian kerja keras Satreskrim dan tim melanjutkan perjalanan panjang guna pengembangan kasus tersebut, dan pada Kamis 2 Nov 2023 malam berangkat menuju Pakan Baru Prov Riau dan berhasil membawa kendaraan ke Polsek Koto Tangah pada Sabtu 4 Nov 2023 dari tangan Wandi warga Prov Riau rekanan Andi. (sanca)


Ribuan massa aksi bela Palestina memadati kawasan silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (05/11/2023)


SANCAnews.id – Ada keterwakilan lintas agama dan gender. Ada orang-orang dari berbagai profesi dan organisasi. Dan, juga sejumlah tokoh nasional. Semua orang bersatu di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, kemarin (5/11) pagi untuk memberikan dukungan bagi warga Jalur Gaza, Palestina, yang ditindas Israel.


Aksi bertajuk Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina, yang diperkirakan diikuti 2 juta peserta itu, diwarnai berbagai macam atribut identik dengan Palestina.


Mulai bendera, syal, hingga tali kepala. Ada juga sebagian peserta yang membentangkan bendera raksasa Palestina dan Indonesia.


Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang turut hadir mengungkapkan bahwa membela kemanusiaan merupakan ajaran semua agama. ”Di agama Islam diajarkan, bila mereka bukan saudaramu dalam iman, mereka adalah saudaramu dalam kemanusiaan,” ucapnya.


Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang juga turut turun dalam aksi menandaskan sikap tegas dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina. Bukan hanya sikap politik, tetapi juga peduli kemanusiaan yang ada di sana.


Bahkan, bantuan peduli kemanusiaan yang telah dikirim Sabtu (4/11) lalu tidak hanya datang dari pemerintah, tapi juga dari berbagai lapisan masyarakat. ”Perjuangan kita tidak akan berhenti. Perjuangan kita masih panjang dan kita akan berusaha untuk semaksimal mungkin,” ucapnya.


Retno mengatakan, sebagai seorang perempuan, ibu, dan nenek, dirinya merasa miris dengan apa yang terjadi di Palestina saat ini. Terlebih, anak-anak Palestina setiap sepuluh menit meninggal dunia akibat aksi brutal Israel.


”Saat ini juga masih ada sekeluarga WNI (warga negara Indonesia) yang masih terus kita upayakan evakuasi dari Gaza Selatan. Dan, untuk proses evakuasi ini memang sangat rumit. Kita doakan semoga hari ini (kemarin, Red) berhasil,” ungkap Retno.


Ketua DPR RI Puan Maharani yang berada dalam aksi yang sama menambahkan, pihaknya mengutuk apa yang telah dilakukan Israel terhadap warga Palestina. ”Kami minta dengan sangat agar Israel segera menghentikan apa yang sudah dilakukan terhadap Palestina,” tuturnya.


Selain itu, pemerintah melalui Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) atau yang juga dikenal dengan Indonesian AID tengah menyiapkan bantuan kemanusiaan tahap kedua untuk Palestina. Bantuan tersebut diharapkan dapat dikirim pekan ini. 


”Untuk bantuan kemanusiaan tahap kedua sudah kita alokasikan Rp 31,9 miliar atau setara dengan USD 2 juta. Nantinya kita kirim dalam bentuk kebutuhan medis berupa obat-obatan dan alat-alat kesehatan yang sekarang ini sangat dibutuhkan oleh warga Palestina, terutama di Jalur Gaza,” ujar Direktur Utama LDKPI Tormarbulang Lumbantobing.


Dukungan dari masyarakat internasional, termasuk dari Indonesia, sangat dibutuhkan warga Palestina, khususnya yang berada di Gaza. Mengutip data yang dirilis OCHA, selain lebih dari 9.000 korban tewas, tercatat 22.911 warga di Gaza dan 2.281 warga di Tepi Barat mengalami luka-luka sehingga membutuhkan pertolongan medis secepatnya. (jawapos)


Anies Baswedan saat pembangunan Jakarta International Stadium (JIS)/Ist


SANCAnews.id – Sukses membangun Jakarta International Stadium (JIS) yang megah, bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan, terpacu untuk membangun stadion bertaraf internasional lainnya di kota-kota lain Indonesia. Termasuk di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.


"Salah satu hal yang kami ingin bangun di Makassar dan di provinsi-provinsi lain di Indonesia adalah stadion olahraga berstandar FIFA," kata Anies saat berkunjung ke Makassar, Minggu kemarin (5/11).


Anies melanjutkan, stadion berstandar FIFA itu juga bisa digunakan untuk kegiatan sosial, kegiatan budaya dan kegiatan keagamaan lainnya.


Menurut Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ini, dengan adanya stadion bertaraf dunia ini juga membuat semua yang berbeda latar belakang duduk bersama di stadion merasakan kebersamaan.


"Supaya semua unsur masyarakat bisa menggunakannya termasuk penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda bisa pakai, sehingga (stadion) berstandar internasional itu kita ingin pakai (bangun di Makassar)," pungkas Anies.


Saat ini, ada dua stadion di Makassar, yakni Stadion Mattoanging dan Stadion Barombong.


Hanya saja stadion tersebut tidak jelas pembangunannya hingga kini. Stadion Mattoanging sudah rata dengan tanah, sedangkan Stadion Barombong tidak tuntas pembangunannya. (rmol)


Unjuk rasa pro Palestina di Roma, Italia.


SANCAnews.id – Dari Washington, Milan hingga Paris, puluhan ribu demonstran pro-Palestina melakukan unjuk rasa pada Sabtu (4/11), menyerukan penghentian bombardir Israel terhadap Gaza, Palestina.


Unjuk rasa ini mencerminkan meningkatnya kegelisahan atas melonjaknya jumlah korban sipil dan penderitaan akibat konflik Gaza-Israel yang sedang berlangsung.


Para demonstran di negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis menyatakan kekecewaan terhadap pemerintah negara mereka yang mendukung Israel membombardir Gaza. Israel bahkan kian intensif menyerang pemukiman, rumah sakit, ambulans, kamp pengungsian, hingga kampus di Palestina.


Di AS, ribuan orang berkumpul di ibu kota negara itu, Washington DC, untuk memprotes pemerintahan Joe Biden yang mendukung aksi Israel menyerang besar-besaran di Gaza, hingga ribuan warga sipil jadi korban.


"Palestina akan merdeka," teriak para demonstran yang mengenakan keffiyeh hitam-putih saat bendera Palestina berukuran besar dikibarkan oleh massa yang memenuhi Pennsylvania Avenue, jalan menuju Gedung Putih, seperti dilansir The New Arab, Minggu (5/11).


Aksi unjuk rasa ini juga membawa tiruan lusinan kantong jenazah kecil berwarna putih dengan nama anak-anak yang terbunuh oleh rudal Israel berjajar di jalan. Para demonstran turut memegang tanda-tanda yang menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.


Presiden AS Joe Biden berada di Pantai Rehoboth, Delaware, pada akhir pekan dan tidak mengomentari tentang aksi protes besar-besaran itu.


Dalam percakapan singkat dengan wartawan saat meninggalkan Gereja Katolik Roma St. Edmond pada Sabtu (4/11), Biden menyatakan ada kemajuan dalam upaya AS untuk membujuk Israel agar menyetujui jeda kemanusiaan. Biden hanya menjawab "ya" ketika ditanya apakah ada kemajuan soal upaya itu.


Di Paris, ribuan pengunjuk rasa menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan beberapa di antaranya meneriakkan "Israel, pembunuh!"


Spanduk di truk sound-system di Paris berjalan melalui jalan-jalan yang basah oleh hujan bertuliskan: "Hentikan pembantaian di Gaza." Para pengunjuk rasa, banyak yang membawa bendera Palestina, meneriakkan "Palestina akan hidup, Palestina akan menang."


Para pengunjuk rasa juga mengkritik Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan meneriakkan: "Macron, kaki tangan (Israel)."


Pihak berwenang Prancis telah melarang beberapa pertemuan pro-Palestina sebelumnya karena adanya klaim mengenai kekacauan publik, karena kekhawatiran atas meningkatnya sentimen anti-Palestina.


Prancis akan menjadi tuan rumah konferensi kemanusiaan internasional mengenai Gaza pada tanggal 9 November 2023 untuk mengoordinasikan bantuan bagi wilayah kantong tersebut.


Di ibu kota Rumania, ratusan orang berkumpul di pusat Bukares, banyak yang mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan "Selamatkan anak-anak Gaza."


Di Milan, Italia, unjuk rasa pro-Palestina dihadiri sekitar 4.000 orang dan ada juga unjuk rasa yang dihadiri beberapa ribu orang di Roma.


Selain negara-negara Barat, negara-negara seperti Iran, Pakistan dan Senegal, para pengunjuk rasa juga turun ke jalan untuk memprotes serangan Israel di Jalur Gaza.


Di Teheran, Iran, para demonstran berkumpul di depan bekas kedutaan AS sambil meneriakkan "Ganyang AS" dan "Ganyang Israel", sementara warga Iran mengecam Washington atas dukungan kuatnya terhadap Israel.


Para pengunjuk rasa di Iran menyebut pemboman Israel di Gaza sebagai "genosida", sementara 4 November juga menandai pengambilalihan kedutaan AS pada tahun 1979.


Di Lahore, para pedagang Pakistan berkumpul dalam jumlah besar sambil memegang bendera Palestina dan plakat bertuliskan "Selamatkan Gaza".


Di luar masjid agung di ibu kota Senegal, Dakar, sekitar 200 orang berkumpul untuk mendukung rakyat Palestina.

Aksi Bela Palestina di Monas, Jakarta


Di Indonesia, Aksi Bela Palestina berlangsung di Monas, Jakarta Pusat pada Minggu (5/11) pagi WIB. Banyak tokoh nasional yang datang dalam aksi kemanusiaan itu untuk mendukung kemerdekaan Palestina.


Demonstrasi pro-Palestina telah berlangsung sejak awal konflik, di mana menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, jumlah korban tewas warga Palestina telah mencapai 9.448 orang, termasuk pembunuhan 3.900 anak-anak oleh Israel.


Lebih dari 1.400 orang di Israel sebagian besar terbunuh setelah serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023, dan lebih dari 200 orang juga ditawan kelompok militan Palestina itu. (cnni)


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan Kementerian Luar Negeri Turki memulai upaya untuk membawa Israel ke Pengadilan Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang, Sabtu (4/11/2023). Hal ini seiring lonjakan jumlah warga Gaza yang dibunuh Israel, yang pada Sabtu (4/11) mencapai 9.488 jiwa. (Sumber: Russia Presidential Office)


SANCAnews.id – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan Kementerian Luar Negeri Turki memulai upaya untuk membawa Israel ke Pengadilan Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang, Sabtu (4/11/2023). Upaya ini seiring lonjakan jumlah warga Gaza yang dibunuh Israel, yang hari ini mencapai 9.488 jiwa.


"Saya telah menyampaikan komitmen ini dalam pidato saya saat menghadiri Rapat Umum Palestina. Saya mengumumkan kami akan mendukung upaya-upaya yang akan membawa pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang Israel ke Pengadilan Pidana Internasional. Otoritas terkait, terutama Kementerian Luar Negeri kami, akan menjalankan tugas ini," tambah pemimpin Turki tersebut.


Erdogan mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah kehilangan dukungan rakyat Israel dan mulai mencari dukungan serta pembenaran untuk pembantaian rakyat Gaza melalui retorika agama.


"Terhadap apa yang Torah bicarakan?" tanya Erdogan, merujuk pada pernyataan terbaru Netanyahu tentang Amalek, bangsa kuno yang digambarkan dalam kitab suci sebagai musuh utama orang Israel.


"Apakah Sepuluh Perintah Allah tidak mencakup perintah 'Jangan membunuh'?" tanya Erdogan, yang menilai apa yang dilakukan Netanyahu adalah "sekadar pencitraan, pendekatan populis".


"Pemerintah Israel secara sistematis merebut rumah, jalan, tempat kerja, dan ruang hidup milik warga Palestina," katanya, menambahkan bahwa Israel tidak "memberi mereka hak untuk hidup". 


"Pendudukan semakin meluas setelah para pendatang yang mereka sebut 'pemukim' ditempatkan di rumah-rumah warga Palestina. Mereka ingin melegitimasi kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Israel memanfaatkan retorika agama," ujar Erdogan.


Erdogan juga menyatakan Ankara "siap bertindak sebagai negara penjamin bagi Gaza" setelah bentrokan, dengan mengulangi dukungan Turki terhadap rakyat Gaza di tengah agresi berkelanjutan Israel.


Pada Sabtu (4/11), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyatakan dia memutuskan hubungan komunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena tindakan Israel di Gaza.


"Netanyahu bukan lagi orang yang bisa kita ajak bicara. Kami telah menuliskannya sebagai seseorang yang sudah tidak relevan bagi kami," kata Erdogan seperti yang dilaporkan oleh media Turki, seperti yang dikutip oleh Arab News.


Angka kematian warga Palestina yang dibunuh serangan militer Israel yang masih berlanjut di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 9.488, kata Kementerian Kesehatan di wilayah yang terkepung ini per Sabtu (4/11).


"Para korban termasuk 3.900 anak-anak dan 2.509 perempuan, sementara 24.000 orang lainnya terluka," kata juru bicara kementerian, Ashraf al-Qudra, dalam konferensi pers di Kota Gaza seperti yang dilaporkan oleh Anadolu.


"Tujuh puluh persen (70%) dari korban agresi ini adalah anak-anak, perempuan, dan lansia," tambah juru bicara tersebut.


Dia juga mengatakan bahwa "Kementerian menerima laporan tentang 2.200 orang yang hilang di bawah puing-puing, termasuk 1.250 anak-anak, sejak dimulainya agresi terhadap Gaza."


"Sebanyak 150 tenaga kesehatan tewas dan 27 ambulans hancur dan tak dapat digunakan sebagai akibat dari agresi Israel terhadap Jalur Gaza," tambah Qudra. (kompas)


SN

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.