Latest Post


 

SANCAnews.id – Aktivis HAM Haris Azhar mengaku kecewa dengan pemanggilan polisi yang dadakan terkait dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

 

Bahkan ia sempat dijemput penyidik karena dua kali mangkir panggilan polisi, Selasa (18/1/2022).

 

Hal itu membuatnya tidak sempat mandi untuk menjalani pemeriksaan polisi. Haris mengatakan bahwa seharusnya ia diperiksa pada 7 Februari 2022 setelah dua jadwal sebelumnya tidak dapat hadir.

 

Namun, tiba-tiba saja sejumlah penyidik datang ke kantornya untuk penjemputan paksa guna pemeriksaan, Selasa (18/1/2022) paginpukul 07.30 WIB.

 

"Datang ditunjukkan surat ini, suratnya perintah kepada para penyidik untuk menghadirkan saya," ujar Haris usai diperiksa.

 

Haris memastikan tidak ada upaya kekerasan dari polisi saat memintanya hadir ke Polda Metro Jaya.

 

Namun Haris diminta untuk datang sendiri pada pukul 11.00 WIB. Usai mendapatkan surat pemeriksaan itu, Haris langsung berangkat ke Polda Metro Jaya.

 

Haris mengatakan tidak mempermasalahkan pemeriksaan tersebut. Namun jadwal tersebut terlalu dadakan.

 

"Sebenernya kami enggak ada masalah untuk hadir. Cuman ya tadi terlalu, apa istilahnya, dadakan lah ya," jelasnya.

 

Haris mengaku hingga tidak sempat mandi di hari Selasa ini karena jadwal pemeriksaan tersebut.

 

"Saya sih bukan apa-apa. Saya kecewanya karena saya belum mandi. Kira-kira begitu," ungkapnya.

 

Hal sama dirasakan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti. Fatia mengatakan bahwa rumahnya didatangi sekira enam penyidik untuk dilakukan penjemputan paksa.

 

Namun hal itu ditolak oleh Fatia lantaran ia mau datang sendiri ke Polda Metro pukul 11.00 WIB.

 

"Tetapi saya menolak, karena saya bilang bahwa saya akan datang sendiri ke sana hari ini pukul 11.00 WIB. Setelah itu mereka pamit dan tidak jadi membawa paksa karena dianggap kooperatif," jelasnya.

 

Sebelumnya polisi menjelaskan alasan menjemput paksa aktivis HAM Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.

 

Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan penjemputan paksa pada Selasa (18/1/2022) lantaran Haris dan Fatia dianggap tidak kooperatif dalam pemeriksaan. Keduanya tidak hadir dalam dua pemanggilan yang sudah dijadwalkan penyidik.

 

"Untuk kepentingan penyidikan, saksi HA dan FA dua kali tidak hadir dengan alasan yang tidak patut dan wajar," ujar Auliansyah, Selasa (18/1/2022).

 

Maka kata Auliansyah, sesuai dengan mekanisme KUHAP penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya membawa surat perintah untuk membawa dan menghadirkan saksi.

 

Kata Auliansyah, Haris dan Fatia tidak hadir dalam pemeriksaan tanggal 23 Desember 2021 dan tanggal 6 Januari 2022.

 

Padahal kata Auliansyah, pemanggilan tanggal 6 Januari 2022 dimaksud tersebut sudah disesuaikan dengan jadwal dan waktu yang ditentukan saksi.

 

"Kemudian keduanya mengajukan lagi surat permohonan pemeriksaan tanggal 7 Februari 2022 dengan alasan tidak dapat meninggalkan pekerjaan," jelas Auliansyah. (wartakota)



 

SANCAnews.id – Rara Istiani Wulandari pawang hujan MotoGP Mandalika 2022 menjadi sorotan publik. Namun, aksinya saat itu juga menuai beragam hujatan dari warganet.

 

Ternyata, anak Rara juga menyaksikan aksi ibunya yang sedang beraksi menghalau hujan dengan berkeliling di Sirkuit Mandalika pada Minggu (20/3/2022).

 

Reaksi anak laki-laki dari Rara ini lantas menjadi viral di media sosial. Hal itu karena anak Rara menangis membaca komentar para warganet yang menghujat ibunya.

 

Reaksinya yang viral itu diunggah oleh akun Instagram @lambegosiip pada Senin (21/3/2022).

 

"Anaknya sampe netesin air mata karena ngelihat komenan netizen," tulis keterangan video dikutip Suara.com, Senin (21/3/2022).

 

Aksi Rara yang berkeliling Sirkuit Mandalika saat berusaha mengendalikan hujan deras sebelum dilaksanakannya balapan itu sontak menjadi sorotan dunia.

 

Namun, warganet pun banyak yang menghujat Rara bahkan disebut memalukan sampai menyuruh Rara untuk tobat.

 

Membaca komentar-komentar tidak mengenakkan tentang ibunya, anak Rara tidak habis pikir dan menangis.

 

Anak Rara ini juga sempat berkata apakah salah jika ibunya menjadi pawang hujan.

 

"Kasian lihat anaknya nangis dari tadi lihat bundanya dihujat netizen Indonesia," tulis keterangan.

 

"Dia sempat ngomong EMANG SALAH JADI PAWANG HUJAN?" lanjutnya.

 

Air Mata Anak Pawang Hujan Mandalika Tumpah saat Salat, Tak Tahan Ibunya Dihujat (instagram/@lambegosiip)

 

Pada awalnya, ia terharu saat ibunya bisa bekerja profesional bahkan menjadi sorotan dunia.

 

Air mata anak Rara pawang hujan Mandalika ini sampai tumpah saat dirinya menunaikan ibadah salat.

 

Sebelumnya, anak Rara juga terlihat sumringah menonton video saat ibundanya beraksi dan ditonton oleh para pembalap MotoGP saat itu.

 

Bahkan, ia terlihat sangat bangga dengan aksi ibunya yang membawa mangkuk emas beserta tongkat kecil yang diputarkan sambil berjalan di sirkuit.

 

Ternyata, Rara mengatakan kepada sang anak bahwa pekerjaannya itu adalah tugas negara.

 

Namun, tangisnya menjadi pecah saat membaca komentar-komentar warganet Indonesia yang malah menghujat aksi ibunya di Sirkuit Mandalika.

 

Video saat anak Rara menangis karena membaca beragam hinaan terhadap Rara itu langsung menuai atensi warganet.

 

"Gak usah peduliin dek, ibukmu keren, kita bangga karna Moto GP sukses digelar di Indonesia dan semoga kontraknya panjang," tulis salah seorang warganet.

 

"Toh juga hujannya berhenti, yang nyiyir ga tau budaya lihat positif thinking aja susah," ujar warganet.

 

"Ya Allah....maha benar nitizen....kenapa gak bisa menghargai profesi orang lain. Kalo ga suka tinggal skip aja ga usah menghujat, hanya akan menambah dosa. Toh pawang hujan banyak dipake orang hajatan juga biar acaranya lancar engga kacau karena hujan," komentar warganet.

 

"Tetap semangat Bu Rara, semua pekerjaan ada resikonya. Biarkan saja tidak usah dimasukkan hati," ujar warganet menyemangati. ***



 

SANCAnews.id – Aksi Rara Isti Wulandari 'mengusir' hujan di tengah-tengah gelaran MotoGP Mandalika ikut disorot wakil rakyat di Senayan.

 

Adalah Tamanuri yang memanaskan suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan menyinggung aksi Rara. 

 

"Dari apa yang disampaikan ini, saya terbayang tadi itu, saya mulai dari BMKG, saya kebayang ke Mandalika yang kemarin itu ada perempuan menahan hujan luar biasa. Ini saya pikir mengalahkan profesor kepala BMKG," ucap Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Nasdem itu dalam RDP di ruang Komisi V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2022).

 

Untung saja aksi Rara memodifikasi cuaca tidak berhasil. Andai berhasil, sebut Tamanuri, maka peran BMKG yang dipimpin Dwikorita patut untuk dikesampingkan.

 

"Rupanya masih saja hujan luar biasa. Kalau dia berhasil ya terpaksa (peran) Ibu (Dwikorita) hilang. Kami harus menggunakan beliau," imbuh Tamanuri disambut gelak tawa seisi ruangan.

 

Terlebih, katanya, andai berhasil mengendalikan hujan saat gelaran MotoGP Mandalika, jasa Rara bisa digunakan untuk menghalau angin puting beliung.

 

"Jadi dimana-mana kalau ada puting beliung, kita panggil dia (Rara) supaya enggak sampai. Nah ini," ucapnya.

 

Sosok Rara Istiani Wulandari menjadi viral lantaran aksinya di ajang balap MotoGP Mandalika pada Minggu (20/3) kemarin.

 

Rara yang berperan sebagai pawang hujan, ditugaskan untuk menghalau hujan saat gelaran MotoGP.

 

Namun, saat balapan akan di mulai, turun hujan deras di kawasan Mandalika.

 

Rara yang mengenakan helm proyek putih pun menunjukan aksinya di bawah guyuran hujan . Aksinya itu pun menjadi perbincangan luas di jagat maya.

 

Rara diminta membantu meredakan hujan deras mengguyur dengan intensitas tinggi, yang menyebabkan start MotoGP ditunda hingga satu jam lima belas menit. Ketika beraksi di dalam sirkuit, Rara sempat menggunakan mangkok emas.

 

Sembari memutar-mutarkan dan memukulkan pengaduk pada mangkok emas, dia juga merapalkan doa.

 

Dia terlihat beraksi selama setengah jam, di pinggiran sirkuit. Cara Rara dalam meredakan hujan juga membuat pembalap Yamaha Fabio Quartararo tertawa, dan menirukan aksinya. (akurat)



 

SANCAnews.id – Aksi pawang hujan MotoGP Mandalika Rara Istiani Wulandari itu disebutkan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Senin (21/3/2022).

 

Usai RDP di ruang rapat Komisi V DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Dwikorita sempat ditanya oleh awak media soal aksi pawang hujan Rara Istiani tersebut.

 

Sambil berjalan keluar lorong Gedung Kura-kura DPR RI, Dwikorita enggan merespons pertanyaan awak media.

 

Ia meminta awak media bertanya langsung kepada Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto yang berdiri di dekat pintu keluar Gedung tersebut.

 

"Tanya sama Bapak itu ya soal pawang hujan," ucap Dwikorita sambil menunjuk.

 

Ia beralasan, tak bisa menjawab pertanyaan itu lantaran harus bergegas pergi karena ada acara yang harus dihadirinya.

 

"Maaf, Ibu harus pergi. Ada acara," ucap salah satu staf Dwikorita.

 

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto pun menjelaskan soal fenomena pawang hujan yang ramai dibicarakan saat gelaran balap MotoGP Mandalika.

 

Menurutnya, pawang hujan itu merupakan bagian dari kearifan lokal yang ada di masyatakat. Sehingga, secara saintis itu sulit untuk dijelaskan.

 

"Namun untuk BMKG sendiri sebenarnya memiliki (perkiraan) sendiri. Kalau kita liat fenomenanya kemarin sejak 3 hari yang lalu, tanggal 17, 18, 19 itu sudah diprakirakan BMKG, bahwa di Mandalika itu akan terjadi hujan dengan intensitas ringan sampai lebat," ungkap Guswanto.

 

"Kemudian tanggal 20 (Maret) diperkirakan juga hujan lebat disertai badai petir, kenapa perkiraannya itu? Karena pada waktu itu terjadi bibit sikontropis 93f yang dampaknya itu memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di Mandalika," tambahnya.

 

Sehingga, kata Guswanto, bahwa hujan tetap turun terbukti di Mandalika.

 

"Dan buktinya, kan dari awal pawang itu sudah bekerja, tapi kan enggak berenti juga (hujannya,red)," ucapnya.

 

Lebih lanjut, Guswanto mengatakan bahwa waktu hujan berhenti sudah diperkirakan oleh BMKG, sebelumnya.

 

Sehingga, tak ada kaitannya dengan aksi pawang hujan.

 

"Jadi sebenarnya kemarin waktu berhentinya, itu bukan karena pawang hujan. Karena durasi waktunya sudah selesai. Kalau dilihat prakiraan lengkap di tanggal itu memang selesai di jam itu. Kira-kira jam 16.15 WITA, itu sudah selesai, tinggal rintik-rintik itu bisa dilakukan balapan. Kalau diliat dari prakiraan nasional analisis dampak yang kita miliki BMKG," jelasnya.

 

"Sebenarnya kalau cerita tentang pawang hujan itu adalah kearifan lokal yang mereka miliki, dan itu tidak bisa dicampuradukan dengan antara sains dan kearifan lokal," terangnya. (tribunnews)



 

SANCAnews.id – Pawang hujan Rara Istiani Wulandari yang beraksi pada MotoGP Mandalika 2022 viral dan menjadi sorotan bahkan sampai media asing.

 

Banyak yang memuji aksi wanita yang dikenal sebagai Mbak Rara ini. Namun, ada pula yang menghujatnya karena aksinya dianggap memalukan.

 

Aksi Rara pawang hujan MotoGP Mandalika 2022 itu menjadi perbincangan di kalangan warganet hingga menjadi trending topic di Twitter.

 

Bahkan, aksinya juga disorot pihak MotoGP melalui cuitannya pada Minggu (20/3/2022) sebelum balapan berlangsung.

 

Sayangnya, aksi Rara mengusir hujan keliling Sirkuit Mandalika hingga ditonton para pembalap MotoGP itu menuai pro dan kontra.

 

Sontak, hal itu membuat kata "memalukan" masuk dalam trending topic Twitter secara bersamaan. Sementara itu, kata "IT WORKED" juga menjadi trending topic usai cuitan MotoGP.

 

Di negeri sendiri, aksi Rara mengusir dan mencegah hujan di Sirkuit Mandalika itu dianggap memalukan dan musyrik. Bahkan, banyak warganet yang menyuruhnya bertaubat.

 

"Diharapkan bisa mengharumkan NAMA INDONESIA Eh justru endingnya MEMALUKAN jadi bahan ledekan," cuit salah seorang warganet.

 

"Tadinya pengen dukung perhelatan Motogp, berhubung ada konten klenik kayak gini jadi malu sendiri," tulis warganet sembari mengunggah video pawang hujan yang beraksi di sirkuit.

 

"Sedang menunjukkan atraksi kebodohan kepada dunia. Memalukan! Syirik!," tulis akun Twitter lain.

 

"Tobat Bu, jangan mencoba menentang kuasa Allah swt," cuit warganet.

 

"Mempertontonkan kebodohan ke dunia internasional, kelakuan dukun yang bener-bener memalukan," tulis warganet menohok.

 

Dipuji media asing 

Sementara itu, media asing  memuji aksi Rara. Aksinya itu dinilai berhasil mengusir hujan deras yang melanda Sirkuit Mandalika bahkan MotoGP melalui cuitannya pun berpendapat bahwa usaha Rara saat itu berhasil.

 

Melalui akun Twitter resminya, media Inggris BT Sport memuji aksi Rara berkeliling di Sirkuit Mandalika menghalau hujan.

 

"Kami sangat membutuhkannya. Terima kasih #IndonesianGP," cuit akun @btsportmotogp pada Minggu (20/3/2022).

 

Sementara itu, warganet melalui hasil pencarian trending topic, banyak pula yang memuji aksi Rara dan menilai itu sebagai hal unik.

 

"Ni si Bu Pawang "The Master" yang katanya bikin malu dan memalukan, eh ternyata "It Worked" dong. Bakal Naik Gajihhh neh si Ibu," cuit warganet.

 

"Rara or Mbak Rara harus ada di MotoGP berikutnya di Argentina. Dorna berkata "Dia bisa menghentikan hujan, percayalah IT WORKED," cuit warganet memuji aksi Rara.

 

"The Shaman [dukun] benar-benar mencoba untuk menghentikan hujan dan berhasil," cuit warganet lain.

 

"Say thanks to Mbak Rara and Fabio, IT WORKED! Called pawang hujan," tulis yang lain.

 

"IT WORKED mbak Rara bisa-bisa dikontrak Dorna jadi pawang hujannya MotoGP," cuit warganet lain. (suara/sanca)


Sampai ditertawakan meniru gaya pawang, simak videonya:




SN

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.