Latest Post


 

SANCAnews.id – Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut dikaitkan dalam kasus kedua anaknya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

 

Beberapa waktu lalu, Gibran dan Kaesang memang dilaporkan oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, atas dugaan tindak korupsi.

 

Oleh karena itu, netizen menggaungkan tagar ‘Tangkap 2 Anak Jokowi’ (#Tangkap2AnakJokowi) agar kasus tersebut diusut dengan tuntas.

 

Apalagi belakangan ini juga banyak terungkap crazy rich atau sultan palsu yang menjalani bisnis dari hasil pencucian uang.

 

Netizen berharap kasus Gibran dan Kaesang tidak tenggelam dan akhirnya menghilang seperti minyak goreng yang saat ini sedang langka.

 

Hingga Rabu (16/3/2022), #Tangkap2AnakJokowi telah digunakan ribuan kali dan memuncaki trending topic di Twitter.

 

Berikut beberapa cuitan yang ditulis oleh netizen menggunakan #Tangkap2AnakJokowi.

 

“Terus kawal kasus duo terduga korupsi Gibran Kaesang anak Presiden Jokowi di KPK, Jangan sampai Kasusnya ikut menghilang seperti minyak goreng. Ragu KPK #Tangkap2AnakJokowi dipanggil aja ga,” ujar @IlengMaz***.

 

“Culun nan rakus #Tangkap2AnakJokowi #Tangkap2AnakJokowi,” tulis @Mukidi****.

 

“RADIKAL RADIKUL itu hanya pengalihan ISSUE KORUPSI ??? #Tangkap2AnakJokowi #Tangkap2AnakJokowi,” tanya @september****.

 

“Setelah ada pelaporan 2 anak pakde, dri situ kita lihat sndiri berbagai berita buat mengalihkan isue, dri Mulai IKN, Menag mengumpamakan suara adzan dgn gonggongan anjiang dllnya Tetap Fokus utk kasus 2 anak Pakde #Tangkap2AnakJokowi #Tangkap2AnakJokowi,” ungkap @Bob_eT3k****.

 

“Cerita crazy rich sedang ramai di negeri ini, menampilkan sosok pengusaha muda dengan segala kemewahan nya akibat label usaha yang mereka jalankan yang pada akhirnya terjerat hukum, Dua putra mahkota yg di laporkan KPK apakah mereka juga termasuk Crazy rich? #Tangkap2AnakJokowi,” tanya @its__Arth****.

 

“Mendesak @KPK_RI agar secepatnya memeriksa gibran & kaesang.. #Tangkap2AnakJokowi #Tangkap2AnakJokowi,” tutur @B_TRACK****.

 

“Sebagai anak anak presiden, pastinya dipepet pemodal yang ingin mengajak kerja sama karena privilege. Tdk dipungkiri. Privilege bagi pebisnis itu penting. Bagai dibentangkan karpet merah utk menjalankan usahanya. Bisa juga digunakan menyamarkan kejahatan. #Tangkap2AnakJokowi,” pungkas @Kimberley20***.

 

“Uda Gagal minta Nambah, Anaknya "Terlibat" KKN Bisnis Es Doger 71M , masih aja belum ada Proses Hukum nya.Negara ini bukan milik Jokowi dan Anak2nya . INGAT..! NKRI ini berdiri diatasperjuangan Darah dan Air Mata para Pahlawan. #Tangkap2AnakJokowi #Tangkap2AnakJokowi,” kata @AkunRecehPe****.

 

Selain itu, masih banyak cuitan netizen dengan menyisipkan #Tangkap2AnakJokowi dan hingga artikel ini dimuat, tagar tersebut sudah digunakan lebih dari 5.000 kali. (populis)




 

SANCAnews.id – Varian baru virus Covid-19 yakni Deltacron telah muncul ditengah-tengah masyarakat. Kemunculan varian baru ini mendapat respon dari salah satu pengguna media sosial, Lolla Cantika yang menyebut jika virus dajjal ini muncul ketika menjelang bulan puasa dan akan menggila menjelang lebaran.

 

Kritikan Lolla Cantika tersebut dilontarkan melalui sebuah cuitannya di media sosial Twitter di akun pribadinya @LollaCantika__ sebagaimana dilihat pada, Rabu 16 Maret 2022.

 

Dia menyebut jika Deltacron adalah hasil perkawinan antara dua varian virus corona yang sebelumnya diklaim muncul ditengah masyarakat.

 

“Ketika Omicron kawin sama Delta, kemudian lahirlah Deltacron”, cuit Lolla Cantika.

 

Lolla Cantika menyebut jika kemunculan virus baru selalu bertepatan dengan perayaan hari besar umat Islam.

 

“Dia lahir menjelang bulan puasa tiba ni virus dajjal setiap menjelang hari besar islam pasti datang”, cuitanya lagi.

 

Selain itu, dia menyebutkan jika puncak dari virus ini menurut prediksinya akan ramai dibicarakan menjelang hari lebaran.

 

“Puncak menggilanya virus nanti pas lebaran, siap-siap vaksin ke empat diluncurkan”, tulisnya lagi.

 

Seperti diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah mengumumkan kemunculan virus varian Deltacron.

 

Menurut ilmuwan, Deltacron merupakan varian covid-19 baru yang menggabungkan mutasi dari varian omicron dan delta.

 

Di negara luar seperti Amerika, Prancis dan negara Eropa lainnya, varian ini telah lebih dulu terdeteksi. Varian ini muncul dari proses yang disebut dengan rekombinasi ketika dua jenis varian ini menginfeksi pasien secara bersamaan. (terkini)



 

SANCAnews.id – Baru-baru ini, publik digegerkan dengan unggahan akun media sosial @magelang_raya yang memerlihatkan seorang warga meninggal dunia saat mengurus e-KTP.

 

Warga yang meninggal dunia tersebut dikabarkan dalam keadaan sakit dan sedang menjalani rawat inap di rumah sakit Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

 

Namun, lantaran dirinya tidak memiliki BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) pihak rumah sakit memerintahkan dirinya untuk mengurus e-KTP terlebih dahulu untuk tindakan operasi.

 

Sementara itu melihat kondisinya masih sakit dan lemas, warga tersebut saat proses pembuatan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bulukumba, Sulsel dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 15 Maret 2022.

 

Tampak pada video itu, warga yang sakit yang masih berstatus pasien ditemani seorang perempuan yang diduga kerabatnya.

 

Tubuh lemas dan lemahnya mengharuskan dirinya untuk mengurus e-KTP demi bisa menjalani operasi dengan biaya murah.

 

“Nanti kembali ke rumah sakit?” ucap seseorang yang berada di balik kamera.

 

Perempuan yang menemani pasien tersebut memberi jawaban singkat atas pertanyaan itu.

 

“Tidak, karena umum, cuma ini dikasih keluar ini kodong,” ujarnya.

 

Lalu, warga pasien tersebut masih harus melanjutkan proses selanjutnya yaitu scan sidik jari ditengah kondisinya yang semakin melemah.

 

Melihat kondisinya yang sangat lemah tersebut petugas tetap berucap tegas agar pasien itu bergerak lebih cepat.

 

“Telunjuk kanannya, cepet telunjuk kanannya,” ucap petugas tersebut, dikutip Hops.ID dari akun Instagram @magelang_raya pada Rabu, 16 Maret 2022.

 

Warga yang tengah sakit tersebut bernama Amiluddin (55) warga Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

 

Amiluddin masih berstatus pasien rawat inap di Rumah Sakit Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba sejak tiga hari yang lalu dengan diagnosa penyumbatan usus.

 

Setelah pihak rumah sakit melakukan observasi, Amiluddin dianjurkan untuk operasi.

 

Akan tetapi, karena tidak memiliki BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit menawarkan untuk menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah setempat.

 

Tawaran dari rumah sakit pun ditolak oleh pihak keluarga pasien, dan meminta keluar paksa hari Selasa, 15 Maret 2022 siang.

 

Setelah keluar dari RSUD, ternyata pihak keluarga dan Amiluddin datang dengan menggunakan mobil angkutan untuk melakukan perekaman e-KTP karena menjadi persyaratan untuk pengurusan BPJS Kesehatan.

 

Kebetulan pada saat turun dari mobil, Kadis Dukcapil melihat Amiluddin yang mengenakan sarung terlihat sempoyongan.

 

Dia kemudian berinisiatif mengambil kursi roda untuk membawa Amiluddin ke mobil mereka.

 

Amiluddin langsung mendapatkan layanan perekaman karena sudah ada pihak keluarga sebelumnya yang datang mempersiapkan pengurusan berkas.

 

Beberapa saat setelah perekaman, Amiluddin terjatuh dan langsung dibopong ke bangku panjang.

 

Ternyata warga Bulukumba tersebut telah menghembuskan napas terakhirnya. ***





 

SANCAnews.id – Seorang oknum anggota TNI di Maluku Tengah melakukan aksi penembakan. Akibatnya, satu orang korban meninggal dunia dan satu orang kritis.

 

Dalam menjalankan aksinya tersebut, Pratu R sempat meneriakan kata-kata "Dajjal sudah Keluar".

 

Menurut informasi yang diterima, Rabu (16/3/2022), Pratu R yang merupakan pelaku awalnya mengambil senjata di gudang senjata api (api) di Pos Satgas Ter Liang. Selanjutnya, dia sempat melakukan penembakan di pos tersebut beberapa kali.

 

Setelah berada di luar pos satgas, Pratu R melakukan penembakan ke arah Prada Raju yang pada saat itu keluar dari pintu depan Pos dan mengenai dada sebelah kanan sebanyak satu kali.

 

Lalu, Pratu R melarikan diri menuju ke arah kampung Desa Liang sambil berteriak dengan mengeluarkan kata-kata, "Dajjal sudah keluar".

 

Pada saat itu, melintas anggota Satbrimob yon B Bharaka Fery menggunakan sepeda motor dan di berhentikan oleh Pratu Riyan bertujuan untuk menumpang, pada saat tiba di jembatan Desa Liang Pratu Riyan meminta Bharaka Fery untuk berhenti.

 

Kemudian, Pratu R turun dari sepeda motor dan diikuti Bharaka Fery, pada saat Bharaka fery turun dari SPM miliknya Pratu Riyan melepas tembakan sebanyak 2 kali ke arah Bharaka Fery yang mengenai dada bagian bawah sebelah kiri. Akibatnya, Bharaka Ferry meninggal dunia. Sementara Prada Raju kritis. (okezone)



 

SANCAnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengomentari pernyataan Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar yang menyayangan Mahyeldi ikut-ikutan membawa tanah dan air untuk prosesi ritual adat di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

 

Mahyeldi mengatakan, apa yang dilakukannya bersama para gubernur se Indonesia adalah wujud penyatuan. Dia juga tak melihat adanya ritual di kegiatan tersebut. Bahkan, kegiatan itu juga diikuti orang-orang yang religius.

 

Jawaban Gubernur Sumbar itu kembali dikomentari Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar. "Jawaban tak melihat ada ritual dan menggunakan nama alumni timur tengah dan orang yang paham agama, tidaklah jaminan," kata Buya Gusrizal, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Rabu (16/3/2022).

 

Dari semula, kata Gusrizal, Gubernur sudah terseret sehingga tak terasa bahwa sudah terlibat. Menurutnya, jika ada yang beranggapan itu tidak ritual, coba tanyakan kenapa harus membawa tanah dari Pasaman Barat dan bukan tanah dari kantor Gubernur Sumbar saja.

 

"Kenapa air yang dibawa dari air Bukik Gadang, bukan air bak kamar mandi gubernur saja. Yang penting kan tanah dan air dari setiap provinsi," ujarnya.

 

Menurut Gusrizal, jika ada yang menonton video ritual itu, mudah sekali memahami bahwa ada keyakinan yang tertumpang di dalamnya. Nama ritual, sudah sejak semula dipilih sebagai nama.

 

Para gubernur telah diperlihatkan dan diberitakan kegiatan dalam prosesi pengambilan tanah dan air serta pilihannya. 

 

"Jadi, jangan mencari celah lagi. Sedikit banyaknya, tertumpang keyakinan dan harapan yang terkait dengan persoalan ghaib yang hanya hak Allah SWT saja," jelasnya.

 

Gusrizal mengatakan, tidak ada satu alasanmpun untuk membenarkan bahwa begitu cara meminta dan berharap kepada Allah SWT. Dalam keyakinan selain Islam, akan bertemu hal yang demikian tapi dalam Islam, tidak ada.

 

"Saya sampaikan ini kepada umat agar jangan menjadi tauladan. Jagalah aqidah tauhid," ujarnya.

 

Ia mengaku, bisa saja akan dibenci oleh para pendukung politik dan baginya itu hak mereka. "Saya bukan pemain politik. Saya hanya takut pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT kelak," pungkasnya. ***


SN

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.