Latest Post


 

SANCAnews.id – Sebanyak enam gubernur absen dalam acara Kendi Nusantara yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Ibu Kota Nusantara atau IKN hari ini, Senin, 14 Maret 2022. Mereka absen karena alasan kesehatan.

 

"Semua izin karena kesehatan kurang fit. Semua alasan ijin karena kesehatannya," ujar Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono melalui hubungan telepon.

 

Berdasarkan pantauan Tempo, kelima gubernur yang tak hadir itu adalah I Wayan Koster (Bali), Lukas Enembe (Papua), Wahidin Halim (Banten), Rusli Habibie (Gorontalo), Erzaldi Rosman Djohan (Kepulauan Bangka Belitung) dan Sugianto Sabran (Kalimantan Tengah). Mereka diwakilkan oleh Wakil Gubernur hingga Asisten Gubernur.

 

Gubernur Papua Lukas Enembe misalnya, diwakilkan oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekda Papua, Y. Derek Hagemu. Dalam acara tersebut, Derek menyerahkan tanah yang dikumpulkannya dari 29 Kabupaten/Kota di Papua.

 

Sementara untuk Gubernur yang hadir dalam acara tersebut, antara lain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa.

 

Dalam acara itu, Jokowi mengundang seluruh dari 34 gubernur di Indonesia. Para gubernur itu diminta membawa tanah dan air dari lokasi yang dianggap menggambarkan kekhasan dan kearifan lokal daerah masing-masing.

 

Anies Baswedan misalnya, membawa tanah dan air dari Kampung Akuarium yang merupakan salah satu lokasi pembinaan kawasan kumuh di Jakarta.

 

Khofifah membawa tanah dari lokasi situs Keraton Kerajaan Majapahit. Ganjar membawa air dan tanah dari sejumlah gunung di Jawa Tengah yang diyakinni menjadi puser bumi atau pusat dunia sementara Ridwan Kamil membawa tanah dan air yang dia kumpulkan dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

 

Jokowi menyatakan ritual penyatuan tanah dan air di Kendi Nusantara itu sebagai simbol persatuan seluruh daerah di Indonesia.

 

"Ini merupakan bentuk dari kebhinnekaan kita dan persatuan yang kuat di antara kita, dalam rangka membangun Ibu Kota Nusantara ini," ujar Jokowi dalam pidatonya.

 

Orang nomor satu Indonesia itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan cita-cita pembangunan Otorita IKN. Ia berharap dukungan terhadap pembangunan Otorita IKN dapat terus mengalir dari berbagai instansi dan masyarakat. 

 

Setelah ritual Kendi Nusantara, Jokowi dan para gubernur dijadwalkan melakukan penanaman pohon di lokasi tak jauh dari Tugu Titik Nol IKN. Malam ini, Jokowi juga direncanakan berkemah bersama Kepala Otorita IKN dan wakilnya, Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe. (tempo)



 

SANCAnews.id – Gubernur Sulawesi Tengah Rudy Mastura tumbang usai mengikuti prosesi penyatuan tanah dan air di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Senin (14/3). Praktis, ia langsung dibopong menuju tenda.

 

Kepala Biro Adpim Setprov Kalimantan Timur Ivan Syafranudin mengungkap Gubernur Rudy pingsan akibat kelelahan.

 

Terlebih, cuaca di lokasi begitu panas dan tempat prosesi penyatuan tanah dan air harus melewati beberapa tanjakan.

 

"Sempat pingsan tadi. Ditangani di sini saja, alat kesehatan lengkap kok," katanya saat dikonfirmasi.

 

Ivan menuturkan prosesi penyatuan tanah dan air digelar di bawah namun, usai acara peserta diharuskan melewati tanjakan.

 

"Kelelahan kan naik tanjakan," katanya.

 

Ivan membeberkan tidak hanya Rudy yang nampak lemas, kelelahan, namun gubernur lainnya pun demikian. Hal itu diakibatkan prosesi yang digelar pagi hingga siang hari. Ditambah cuaca terik di lokasi.

 

"Hanya Gub Sulteng saja yang pingsan. Lainnya cuma kelelahan saja," tuturnya. (merdeka)



 

SANCAnews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar acara ritual Kendi Nusantara di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (14/3/2022).

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan semua gubernur di Indonesia ikut berpartisipasi dalam ritual kendi tersebut.

 

Mahyeldi membawa air kaki Gunung Talang dan tanah dari Pasaman Barat untuk ritual kendi di Ibu Kota Negara. Semua sampel air dan tanah dari semua provinsi di Indonesia akan digabung menjadi satu.

 

Hal itu dilakukan untuk berharap Indonesia yang indah, subur, dan kaya sumberdaya alamnya akan semakin maju, rakyatnya sejahtera, aman sentosa sepanjang masa.

 

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengantarkan langsung permintaan Presiden Jokowi tersebut dengan membawa air dari Gunung Talang Solok dan tanah dari Pasaman Barat.

 

"Air Angek Bukik Gadang dari Kabupaten Solok mewakili Sumatra Barat untuk di kirim ke Ibu Kota Negara. Karena merupakan salah satu sumber air bersih yang berada di kaki Gunung Talang bagian timur dan pada ketinggian 900 m dpl," ungkap Mahyeldi, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com. Senin (14/3/2022).

 

Sekitar 600 hektar areal sawah yang dialiri dari air panas Bukik Gadang sehingga menjadikan wilayah ini sebagai daerah produksi padi dengan produktifitas yang tinggi di Kabupaten Solok.

 

Sementara untuk tanah Mahyeldi memilih salah satu daerah yang tanahnya paling subur, kaya unsur hara, dan luas adalah Kabupaten Pasaman Barat.

 

"Jenis tanahnya yang utama adalah Andosol merupakan tanah vulkanis yang berasal dari Gunung Talamau. Tidak heran kalau tanaman kelapa sawit yang paling tinggi produksi dan rendemennya di Sumatera Barat adalah yang berasal dari daerah ini," jelasnya. ***



 

SANCAnews.id – Label halal yang baru diterbitkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH), dinyatakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bakal menghapus label halal yang dahulunya dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 

Pernyataan Menag Yaqut pun menuai kritikan. Salah satunya, dianggap tidak tepat oleh Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini.

 

Menurut Jazuli, UU 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) telah mengamanatkan MUI sebagai lembaga yang mengeluarkan label halal untuk produk-produk yang beredar di masyarakat Indonesia.

 

"Keharusan ada label halal dari MUI itu amanah UU JPH, enggak bisa dihapus oleh seorang Menag," ujar Jazuli melalui akun Twitternya, Senin (14/2).

 

Lebih dari itu, dia menegaskan, label halal yang selama ini dikeluarkan MUI merupakan bagian dari perlindungan terhadap konsumen masyarakat muslim di Indonesia.

 

"Karena itu adalah perlindungan terhadap konsumen yang beragama Islam yang dilindungi Konstitusi dan Pancasila," demikian Jazuli. (rmol)




 

SANCAnews.id – Kementerian Agama (Kemenag) mengganti label halal dengan corak menyerupai artefak-artefak budaya. Label halal baru itu disebut mencerminkan ciri khas dan karakter kuat yang merepresentasikan Halal Indonesia.

 

Wakil Ketua Umum MUI KH Anwar Abbas ikut mengomentari soal pergantian logo baru tersebut. Anwar bahkan sempat mengirimkan logo halal yang rencananya akan digunakan.

 

"Dahulu dalam diskusi antara BPJPH dan MUI, rencananya seperti ini," kata Anwar Abbas, Senin (14/3).

 

Namun, rencana pergantian logo tersebut belum sempat di keluarkan SK oleh Menteri Agama waktu itu.

 

"Ini dulu logo awal yang kita rancang bersama dengan BPJPH waktu menteri agamanya pak Fahrurrozi. Tapi rencana ini belum sempat di SK kan oleh menteri agama waktu itu. Dan sekarang yang keluar adalah logo yang seperti gunungan dalam wayang," ujarnya.

 

Anwar mengatakan, karena MUI terlibat dalam urusan fatwa, dalam logo halal tersebut harus ada kata MUI dan juga harus ada kata halal dalam tulisan arab yang dimuat.

 

"Pokoknya MUI karena terlibat dalam masalah fatwa minta ada kata MUI dan disepakati dalam bentuk tulisan arab. Kedua harus ada kata halal dalam tulisan arab. Ketiga BPJPH atau Kemenag," kata dia.

 

Sebelumnya, Anwar Abbas menilai justru logo baru sama sekali tak menggambarkan kearifan lokal. Ketimbang tulisan halal dalam kaligrafi Arab, Anwar menilai logo halal yang baru justru lebih mirip dengan gunungan yang terdapat pada dunia perwayangan.

 

"Banyak orang mengatakan kepada saya setelah melihat logo tersebut yang tampak oleh mereka bukan kata halal dalam tulisan arab tapi adalah gambar gunungan yang ada dalam dunia perwayangan," ujar Anwar melalui keterangan tertulisnya, Minggu (13/3).

 

Situasi tersebut, dianggap Anwar jelas berseberangan dengan rencana awal perubahan logo yang ingin mengusung kearifan lokal di Indonesia

.

Jika ingin mengedepankan kearifan lokal pada logo halal yang baru, kata Anwar, akan lebih bijak memilih bahasa desain yang jauh lebih mewakili Indonesia secara keseluruhan. Bukan hanya suku tertentu.

 

"Jadi logo ini tampaknya tidak bisa menampilkan apa yang dimaksud dengan kearifan nasional tapi malah ketarik ke dalam kearifan lokal karena yang namanya budaya bangsa itu bukan hanya budaya Jawa," ucap Anwar. (kumparan)


SN

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.