Latest Post


 

SANCAnews.id – Kritikan terhadap logo baru yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) Kementerian Agama terus mengalir. Bukan hanya ormas seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kalangan DPR, pecinta kaligrafi juga melontarkan kritikan tajam.

 

Pegiat kaligrafi Khudori Bagus mengataan bahwa dalam ilmu kaligrafi ada 7 jenis yakni Naskhi, Riq'ah atau Riq'iy, Diwani, Diwany Jaly, Tsulutsi, KUFI dan al Farisy.

 

Kata Khudori, jika melihat bentuk logo baru halal BPJPH, maka bisa disebut termasuk kategori khat kufi.

 

"Tapi pada huruf ha nya, ada tambahan garis lurus menjulang ke bawah yang tidak relevan dengan gaya khat kufi. Jika ini jenis Kufi, maka di bagian tengah ada huruf La yang gaya penulisannya bisa terbaca huruf ra," demikian ulasan Khudori dalam laman Facebook pribadinya seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/3).

 

Lebih lanjut, Khudori menjelaskan, di bagian akhir ada huruf lam yang dibentuk mirip bulatan. Menurut Khudori, cara penulisan kaligrafi itu bisa dikatakan tidak sesuai dengan kaidah khat kufi. Sebab, akan disangka sebagai huruf mim.

 

Artinya, jika dibaca secara utuh, logo baru yang dibuat oleh Kemenag akan terbaca haram. Argumentasinya, di bagian depan terbaca ha, tengah Ra dan di bagian akhir huruf mim.

 

"Maka logo itu akan terbaca bukan halal tapi haram," terang Khudori.

 

Lebih lanjut, Khudori mengatakan, dalam dunia kaligrafi, jika sebuah karya terdiri dari jenis Khat campuran maka lazim disebut Khat syaka.

 

Khudori juga menyoroti tampilan logo halal yang menyerupai gunungan wayang. Ia menilai, tampilan logo itu justru cenderung mencerminkan hanya 1 budaya dan terkesan asal bukan arab.

 

Ia menyarankan, dalam pembuatan logo halal yang baru menggunakan huruf yang biasa saja.

 

"Sebaiknya pemilihan font (bentuk huruf) pada logo ini menggunakan font standar dan tidak neko-neko, sebagaimana font yang digunakan oleh negara-negara lain," pungkasnya. (*)



 

SANCAnews.id – Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengelar sidang kasus tidak pidana terorisme dengan terdakwa mantan Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Munarman, Senin 14 Maret 2022. Jaksa penuntut umum menuntut Munarman hukuman 8 tahun penjara.

 

Menanggapi tuntutan itu, Munarman tertawa lalu bilang jaksa dinilainya kurang serius. Dia mengatakan dirinya dan kuasa hukum akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan tersebut.

 

"Karena tuntutannya kurang serius, jadi, saya akan ajukan pembelaan sendiri," kata Munarman dalam ruang persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

 

Pun, usai sidang kuasa hukum Munarman, Aziz Yanuar juga mengatakan hal yang sama. Ia mengatakan kalau Munarman merasa jaksa kurang serius dengan tuntutan itu. Kata dia, sebagai kuasa hukum juga tak tertantang dengan tuntutan tersebut.

 

Dia mengira jaksa akan menjatuhkan tuntutan hukuman mati terhadap Munarman.

 

"Kami sependapat dengan pak Munarman tadi tuntutan jaksa kurang serius. Jadi, kami tidak tertantang. Kami pikir tuh hukumannya mati tuntutannya. Jadi, biasa saja," kata Aziz.

 

Aziz mengatakan reaksi Munarman mendengar tuntutan 8 tersebut hanya tertawa di ruang sidang.

 

"Tertawa-tawa saja, tidak serius. Harusnya mati tuntutannya," ujarnya.

 

Dalam tuntutannya, jaksa mengatakan Munarman terbukti memerintahkan seseorang untuk melakukan tindak pidana terorisme.

 

Munarman dijerat Pasal 15 Tahun 2003 tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Munarman penjara selama 8 tahun dikurangi masa tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," tutur jaksa.

 

Menurut jaksa, Munarman juga tak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan terorisme. Selain itu, Munarman juga pernah menjalani hukuman, hingga tidak mengakui perbuatannya. Kata jaksa, hal-hal itu yang memberatkan hukuman Munarman.

 

"Hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan terorisme, terdakwa pernah dihukum selama satu tahun enam bulan dalam perkara pidana melanggar Pasal 170 ayat 1 KUHP, terdakwa tidak mengakui dan menyesali perbuatanya," ujar JPU

 

Jaksa mendakwa Munarman merencanakan dan memerintahkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. Jaksa menyebut Munarman melakukan serangkaian kegiatan baiat ISIS di beberapa tempat pada 24 dan 25 Januari 2015. Lalu, beberapa kesempatan di tahun yang sama. (viva)



 

SANCAnews.id – Pengguna media sosial atau disebut dengan warganet menanggapi soal Kemah Ritual Kendi di Ibu Kota Negara (IKN) yang diberi nama Nusantara. Warganet mengatakan jika nasib IKN bisa saja senasib dengan mobil Esemkan yang sebelumnya juga diadakan ritual kendi.

 

Tanggapan warganet soal Kemah Kendi pun ramai membanjiri lini masa Twitter, bahkan muncul tagar ritual yang memuat ribuan cuitan netizen terkait ritual ini.

 

“Dilakukan ritual buat IKN? Gw curiga entar nsibnya sama kek esemka, GAK JELAS juntrungannya!”, cuit salah satu netizen, dikutip dari Twitter, Minggu 13 Maret 2022.

 

“Karena nanti pas kemah sepertinya ada ritual menggunakan air kendi, akankah bernasib seperti mobil yg dimandikan ini IKN nanti?, cuit netizen lainnya.

 

Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengunjungi IKN dengan tujuan untuk melakukan kemah ritual kendi di titik nol IKN bersama 33 Gubernur se Indonesia.

 

Sehubungan dengan itu, Presiden menginstruksikan kepada para Gubernur untuk membawa air dan tanah dari masing-masing daerah asal.

 

Tanah dan air dari 33 Gubernur itu kemudian disatukan dalam Kendi Nusantara yang disimpan di titik nol IKN Indonesia yang diberi nama Nusantara.

 

Khusus Gubernur Kaltim, Isran Noor membawa tanah dan air dari dua daerah yaitu dari Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Paser. Sebab IKN berada di wilayah kesultanan Kutai Kartanegara dan Kesultanan Paser.

 

Air dan Tanah yang dibawa Isran Noor sebagai salah satu simbol mewakili Kesultanan di Provinsi Kalimantan Timur.

 

Sejumlah fasilitas dan sarana prasaran di lokasi bakal kemah Presiden Joko Widodo sudah dipersipakan di titik nol IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku. Adapun yang telah disiapkan yakni fasilitas mandi, cuci, kakus atau MCK, jaringan telekomunikasi, listrik, air dan lainnya.

 

Kepala Biro Adpim Setda Kaltim, Syafranuddin mengatakan jika prosesi pengambilan tanah dan air untuk pengisian kendi berlangsung dengan lancar.

 

“Alhamdulillah, prosesi pengambilan tanah dan air dari dua wilayah yang mewakili Kerajaan atau Kesultanan di Kaltim yang dilaksanakan Sabtu 12 Maret 2022 berjalan lancar”, kata Syafranuddin, dikutip dari laman Tempo.

 

Tanah dan air yang disimpan dalam tempat khusus dan berbungkus kain kuning lalu dimasukkan kedalam Anjat (Ransel khas Dayak) lalu kemudian diserahkan Gubernur Kaltim, Isran Noor untuk diikut sertakan dalam ritul Kendi Nusantara di IKN. (terkini)



 

SANCAnews.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membawa tanah yang diambil dari Kampung Akuarium Jakarta Utara ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

 

"Setiap gubernur ditugaskan untuk membawa tanah dan air dari provinsinya. Pada hari Minggu siang ini semua, bersama-sama ke Kalimantan Timur," kata Anies melalui akun instagram @aniesbaswedan di Jakarta, Minggu (13/3/2022).

 

Tanah tersebut dicangkul dan dikumpulkan langsung oleh beberapa warga di kampung yang terletak di pesisir utara Jakarta itu, kemudian ditampung di besek bambu.

 

Anies beralasan mengambil tanah dari kawasan Kampung Akuarium itu, karena menghadirkan harapan pembangunan kota baru yang akan dijadikan ibu kota ini tidak memarjinalkan rakyat kecil.

 

Ia berharap pembangunan IKN nantinya akan memberikan kemajuan dan kebahagiaan bagi semua khususnya rakyat kebanyakan.

 

Tanah yang diantarkan ke lahan yang akan dibangun kota baru dan menjadi ibu kota negara itu, kata dia, diharapkan jadi kota yang mencerminkan cita-cita mendasar Republik Indonesia.

 

"Kembalinya kehidupan masyarakat di Kampung Akuarium menjadi simbol atas kembalinya cita-cita dasar pendirian Republik Indonesia yaitu melindungi setiap tumpah darah dan untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.

 

Sementara itu, Presiden Joko Widodo rencananya akan berkemah dan menginap di titik nol IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (14/3).

 

Presiden Jokowi berencana melakukan ritual Kendi Nusantara bersama 33 gubernur se-Indonesia.

 

Para gubernur yang hadir diinstruksikan membawa air dan tanah dari masing-masing daerah asal, kemudian disatukan dalam Kendi Nusantara yang disimpan di Titik Nol IKN Indonesia baru bernama Nusantara tersebut.

 

Untuk diketahui, di IKN nanti, cuma 5 gubernur yang akan menemani Jokowi berkemah dan bermalam di IKN Nusantara. Mereka yakni Gubernur Kaltim, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara.

 

Tak ada nama gubernur yang digaungkan akan maju Pilpres 2024 seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (era)



 

SANCAnews.id – Pegiat media sosial Nicho Silalahi mengkritik rencana Presiden Joko Widodo beserta gubernur se-Indonesia yang akan berkemah di lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur.

 

Melalui akun Twitternya, Nicho heran dengan rencana tersebut padahal saat ini minyak goreng mengalami kelangkaan serta harga BBM dan juga listrik mengalami kenaikan.

 

Menurut dia, seharusnya seluruh rakyat berkemah di Istana Negara dan DPR serta seluruh kantor dan gubernur serta DPRD untuk meminta Joko Widodo mundur.

 

"BBM, TDL, dll Naik serta Minyak Goreng Langka malah Milih Camping, Nah Seharusnya Seluruh Rakyat Camping di Istana Negara dan DPR RI serta Seluruh Kantor Gubernur dan DPRD dengan Satu Tuntutan "Jokowi Mundur". Ia ga sih ?,"

 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo bakal berkemah di kawasan ibu kota, Kalimantan Timur pada besok.

 

Rencananya Jokowi bakal berkemah selama hingga 14 Maret 2022.

 

Selain itu, bakal ada seluruh gubernur se-Indonesia dalam acara tersebut. (era)


SN

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.