Latest Post


 

SANCAnews.id – Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengancam akan menggelar aksi besar-besaran di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) jika tak keluar fatwa atas banyaknya dugaan penistaan agama, termasuk yang diduga menjerat Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

 

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PA 212, Novel Bamukmin usai pertemuannya dengan Wasekjen MUI Pusat dibatalkan sepihak pada hari ini, Rabu siang (2/3).

 

"Seharusnya jam 14 siang hari ini kita diterima oleh Wasekjen, namun baru dibatalkan jam 12.50 WIB, tentunya ini mepet banget padahal belum lama ini kurang lebih dua bulan yang lalu kami PA 212 bersama sebagian dari KUHAP APA bertandang mendadak ke MUI untuk permasalahan yang sama," ujar Novel kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/3).

 

Padahal pertemuan hari ini kata Novel, pihaknya dari Dewan Tanfidzi Nasional (DTN) PA 212 dan Koalisi Ulama, Habaib dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA) ingin mengetahui hasil tindaklanjut dari pertemuan sebelumnya.

 

Salah satu hal ditindaklanjuti terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Menag Yaqut yang membandingkan suara adzan dengan anjing menggonggong.

 

"Namun kok mendadak sekali kami ditunda, padahal prosedur komunikasi kemarin kami jalani dengan baik, kalau begini kami dikecewakan lagi," tegas Novel.

 

Hingga saat ini kata Novel, pihaknya masih beritikad baik menerima penundaan pertemuan para hari ini. Namun, pihaknya menunggu dijadwal ulang.

 

Jika tidak ada kabar atau itikad baik dan jika MUI malah berpihak kepada Yaqut, maka pihaknya akan menggelar aksi besar-besaran.

 

"Maka kami apa boleh buat akan adakan besar-besaran kepung MUI sampai keluar fatwa atau Ketum MUI-nya mundur karena Indonesia sudah menjadi darurat penista agama dan MUI jelas menjadi biang kerok kalau saat ini tidak bisa mengeluarkan fatwa," pungkas Novel.

 

KUHAP APA sendiri pada Selasa (1/3) telah berusaha melaporkan Menag Yaqut ke SPKT Bareskrim Mabes Polri.

 

Namun, laporannya ditolak karena pihak kepolisian meminta adanya fatwa dari MUI yang menyatakan bahwa pernyataan Menag Yaqut merupakan penodaan agama Islam. ***



 

SANCAnews.id – Beredar kabar yang menyebut Aparatur Sipil Negara (ASN) enggan dipindah ke Ibukota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Mereka justru mengajukan permohonan mutasi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

 

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan permohonan mutasi seorang ASN harus melalui serangkaian prosedur.

 

"Tapi kami di DKI Jakarta secara jumlah sudah sangat cukup," kata Anies, usai mengikuti rangkaian upacara Tawur Agung Kesanga dalam perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1944 di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (2/3).

 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menambahkan, permohonan mutasi ASN ke DKI Jakarta jangan sampai berdampak pada penambahan beban Jakarta.

 

"Jangan juga nanti menjadi beban bagi warga Jakarta, secara jumlah sudah cukup di Jakarta," tandas Anies Baswedan.

 

Sebelumnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo menegaskan, ASN yang saat ini bekerja di kementerian/lembaga harus siap pindah ke IKN Nusantara meski belum diputuskan jumlah ASN yang akan dipindah.

 

"ASN tidak bisa minta pindah ke daerah dengan alasan tidak mau pindah ke ibukota baru. Walaupun sekarang belum diputuskan berapa yang akan dipindah dari kementerian/lembaga pusat namun jika sudah diputuskan maka hukumnya adalah wajib," ucap Tjahjo. (rmol)



 

SANCAnews.id – Seribuan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) akan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Istana Negara pada Rabu (2/3).

 

Dalam aksinya, mereka yang terdiri dari DPD IMM DKI Jakarta, DPD IMM Jawa Barat, dan DPD IMM Banten membawa atribut IMM seperti bendera hingga spanduk berisi kritikan kepada pemerintah.

 

Sejauh ini aksi berjalan tertib, massa tampak memenuhi separuh jalan di kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau dikenal dengan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (2/3).

 

Aksi ini juga mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Mereka membawa sejumlah tuntutan, yakni menolak tegas segala bentuk perampasan tanah di belahan Indonesia seperti di Singingi Hilir, Riau oleh PT Warnasari Nusantara.

 

Mengecam keras aksi represif aparat di Desa Wadas Purworejo Jawa Tengah dan peristiwa penembakan di Sulawesi Tengah, serta menolak tegas segala bentuk represif aparat kepolisian dalam memberangus gerakan rakyat.

 

Selain itu, IMM juga menolak Permenaker 2/2022 tentang Jaminan Hari Tua (JHT). Selanjutnya, menolak BPJS sebagai syarat izin berbagai pengurusan administrasi dan jual beli.

 

Terkahir, menolak wacana penundaan Pemilu 2024 dan hapus Presidential Threshold menjadi 0 persen. (rmol)




 

SANCAnews.id – Denny Siregar ngata-ngatain Immanuel Ebenezer atau Noel Jokowi Mania (Joman) buntut jadi saksi meringankan di persidangan Munarman. Noel Joman menegaskan bahwa Munarman bukan teroris.

 

Buntut kesaksiannya itu, Denny Siregarngata-ngatain Noel Joman. Nah mendapat perlakuan demikian, Noel Joman  tetap bersikap santai dan memaafkan Denny Siregar.

 

Dalam konten di channel Youtube 2045, Denny Siregar menuding Noel Joman itu sudah kena jebakan Munarman, sehingga dimanfaatkan.

 

"Hei Noel! Pak Jokowi itu bukan teroris dan Munarman itu teroris itu juga bukan fitnah. Aparat sudah punya data-datanya, dan banyak saksi yang memberatkan dia di sidang, karena kehadiran dia di Makassar waktu baiat 2015," ujar Denny dengan lantang di Youtube 2045, dikutip Hops.ID, Selasa 1 Maret 2022.

 

Denny mengatakan, Immanuel Ebenezer telah dimanfaatkan oleh Munarman dengan pendekatan perkawanan.

 

Sebagaimana diketahui, Noel dan Munarman itu sudah berkawan sejak lama. Meski beda pandangan politik, Noel mengaku dirinya dengan Munarman tak pernah saling melukai secara fisik.

 

Nah Denny Siregar mengatakan, kesaksian Moel yang meringankan untuk Munarman ini adalah bukti lihainya kelompok radikalisme.

 

"Orang seperti Immanuel Ebenezer ini tanpa sadar jadi alat kelompok garis keras untuk sebarkan paham radikalnya, karena mereka tahu selalu dibela. Teroris seperti Munarman paham selalu ada orang yang bisa dimanfaatkan karena hubungan emosional," jelas Denny.

 

Nah merespons sindiran dari Denny Siregar itu, Noel sih santai saja. Dia gantian membalas sindiran itu dengan cibiran juga.

 

"Ketika kebencian yg kau rawat maka yg sebenarnya kau lah yg ingin bangsa ini hancur, tetapi aku tetap memaafkan mu kawan," tulis Noel di akun Instagramnya dikutip Hops.ID.

 

Bela Munarman, 'dia bukan teroris'

 

Immanuel Ebenezer mengejutkan banyak orang. Sebagai pendukung setia Ahok dan Jokowi, Noel Joman kok bela Munarman.

 

Immanuel yang merupakan ketua tim sukses Ganjar Pranowo ini tegas membuktikan Munarman bukan teroris. Dia belain Munarman.

 

Sebab andai Munarman itu teroris, kata tim sukses Ganjar itu, sudah pasti banyak gereja yang dibom oleh pria yang merupakan orang dekat Habib Rizieq.

 

Noel bilang gampang untuk coba cek dan buktikan saja, Munarman itu teroris atau bukan.

 

"Kalau Munarman dicap teroris berapa banyak gereja dibom dibakar dia. Tidak ada satu pun, kita bisa buktikan," jelas Immanuel diunggah dalam videonya dikutip Hops.ID dari akun TikTok Immanuel Ebenezer, Rabu 23 Februari 2022.

 

Bukti Munarman bukan teroris, jelas orangnya Ganjar itu, pertama Munarman mengutuk aksi terorisme peledakan bom di Surabaya. Bukan itu saja, Munarman juga mendukung pembanguna gereja di Cinere.

 

Immanuel bukan orang asing bagi Munarman. Dia merupakan kawan diskusi Munarman meski beda pandangan politik.

 

"Munarman kenal saya, saya pendukung Ahok, saya pendukung Jokowi. Dia tahu rumah saya. Saya berdiskusi dengan dia, nggak ada yang terluka," ujar Immanuel.

 

Dengan testimoni itu, Immanuel menegaskan jelas dong Munarman bukan teroris.

 

"Artinya apa? tuduhan terhadap Munarman sebagai teroris di sini bisa kita bukitkan, beliau bukan teroris. Dia aktivis pro demokrasi, dia punya pandangan, ya itu hak dia. Jangan pandangan seorang dikriminalkan, itu tidak baik buat demokrasi, ini bukan Orde Baru, ini eranya Jokowi semua punya hak menyampaikan pandangannya dan itu dilindungi konstitusi," katanya. ***



 

SANCAnews.id – Sebuah video yang diunggah di Channel YouTube NU Garis Lurus bikin gempar jagat maya. Pasalnya, dalam video itu Muhammad Najih Maemoen yang mengaku sebagai seorang ulama NU garis lurus melontarkan tudingan cukup serius.

 

Dalam video itu, lelaki paruh baya ini terang-terangan menuding jika Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sudah banyak makan uang haram.

 

Tidak hanya itu Najih Maemoen juga secara tegas menyatakan organisasi ini melawan agama Islam serta memusuhi para pemuka agama.

 

Hal ini kata dia, tak bisa didiamkan begitu saja, namun di sisi lain, banyak yang tak berdaya menentang perlakuan PBNU yang disebutnya telah menyimpang itu.

 

“Ingin menghabisi islam, ini sangat mengerikan sekali! Sebetulnya harus kita lawan! tapi bagaimana ya, apakah kita sudah terbiasa dengan makan haram? Apalagi itu, orang NU itu ya, PBNU itu sudah sering makan haram! Melawan agama, melawan habaib (habib-habib),” ujarnya dalam video itu dikutip Populis.id Selasa (1/3/2022).

 

Dalam video yang sama Najih Maemoen juga terang - terangan menyeret nama mendiang Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dia mengatakan, PBNU sudah terbiasa menikmati duit haram itu sejak era kepemimpinan Gus Dur.

 

Meski berkali-kali menyebut PBNU makan uang haram, namun  Najih Maemoen tidak menjelaskan secara terperinci mengenai uang haram yang dimaksud, misalnya soal sumber dana.

 

“Termasuk juga masih saudara saya Yahya Staquf, membenci habaib, naudzubillahi mindzalik. Itu bagaimana ya, memang sudah wataknya begitu. Kebanyakan makan uang haram ya, mulai dari zaman Gus Dur!,” tegasnya.

 

Selain makan duit haram, Najih Maemoen juga melontarkan tudingan serius lainnya, dia bilang PBNU juga selalu membela rezim Joko Widodo (Jokowi).

 

“Bahkan anak-anak santri syara, alumni syara, kiyai ya tu, santri, tapi membela-bela rezim ini. Kebablasan liberal kebablasan, entah karena iming-imingan, atau memang sudah kebanyakan makan haram itu, uang haram,” tukasnya. (warta)


SN

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.