Latest Post



SANCAnews.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pendeta cantik di Maluku bernama Chintya De Fretes memeluk agama Islam dan menjadi mualaf usai mendengar suara azan berkumandang, viral di media sosial.

 

Video pendeta cantik Maluku peluk agama Islam setelah mendengar suara azan berkumandang itu viral usai diunggah pengguna Twitter Ravispa_STB, seperti dilihat pada Sabtu 26 Februari 2022.

 

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyindir pernyataan pihak yang belakangan ini menuai kontroversi publik lantaran menyamakan suara azan dengan gonggongan anjing.

 

“Biarlah Anjing Menggonggong dengan berisiknya… Tapi lantunan adzan terdengar Merdu dan indah memasuki relung-relung hati orang yang mendapat Hidayah,” cuit netizen Ravispa_STB.

 

Dilihat dari video itu, tampak seorang wanita mengenakan jilbab pink yang diketahui merupakan pendeta asal Maluku yakni Chintya De Fretes mengucapkan dua kalimat syahadat.

 

Dengan menggunakan mic, Chintya yang berprofesi sebagai pendeta mengaku mendapat hidayah usai mendengar suara azan berkumandang.

 

“Saya yang bertanda tangan di bawah ini nama Chintya De Fretes, usia 26 tahun, pekerjaan Pendeta, saya mendengar suara azan berkumandang. Saya merasa mendapat hidayah dari Allah,” ujar Chintya dalam video itu.

 

Selain itu, wanita cantik ini juga mengaku berpindah keyakinan ke Islam tanpa paksaan dari pihak manapun.

 

“Tanpa ada paksaan dari pihak mana pun, untuk memeluk agama Islam dan dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan jamaah,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, pendeta cantik asal Maluku ini kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia pun resmi keluar dari agama Kristen dan memeluk Islam.

 

“Saya ikrar nyatakan diri keluar dari agama saya yang saya anut yaitu agama Kristen dengan status saya menganut agama Islam dengan menyatakan dua kalimat Syahadat. Asyahadu Allailahaillallah, wa Asyhaduanna Muhammadarrasulullah,” ujarnya. (terkini)

 




 

SANCAnews.id – Kejadian di Guinea yang menggulingkan pemerintahan Presiden Alpha Conde menjadi satu peringatan bagi Presiden RI Joko Widodo untuk sadar diri dalam menanggapi isu perpanjangan masa jabatan presiden yang tengah berhembus kencang.

 

Begitu saran dari Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, untuk Jokowi yang disampaikan kepada Kantor Berta Politik RMOL pada Sabtu malam (26/2).

 

Menurut Jerry, Presiden Conde yang dikudeta pasukan elit tentara Guinea lantaran melakukan amandemen konstitusinya untuk memperpanjang masa jabatan presiden tak menutup kemungkinan terjadi di Indonesia.

 

"Kejadian kudeta di Guinea lantaran mengubah konstitusi. Saya kira Jokowi harus belajar dari kejadian Gueinea," ujar Jerry.

 

Di samping itu, Jerry melihat potensi chaos terjadi apabila Jokowi mengamini usul dari sejumlah ketua umum partai politik yang menginginkan Pemilu Serentak 2024 ditunda, dan berimplikasi pada keinginan sejumlah pihak untuk memperpanjang masa jabatan presiden menjadi 3 periode.

 

"Sementara kondisi bangsa lagi terpuruk, utang tak bisa dikendalilkan, harga sembako selangit bahkan sulit di dapat, ini berbahaya bagi bangsa," tuturnya.

 

Lebih dari itu, Jerry juga menilai salah satu alasan para ketum parpol menginginkan Jokowi tetap menjabat untuk ketiga kalinya lantaran kepuasan masyarakat tinggi terhadap kerja pemerintahan sekarang, sama sekali tidak masuk akal.

 

"Bisa saja survei ini dimunculkan untuk dijadikan pijakan bagi parpol dan kelompok irasional untuk mengubah aturan pemilu," kata Jerry.

 

Maka dari itu, Jerry menyarankan Jokowi untuk tidak mengambil langkah-langkah ambisius dengan emlanjutkan kepemimpinannya untuk periode yang ketiga. Karena menurutnya sudah sangat jelas aturan di dalam konstitusi melarang hal tersebut.

 

"Ingat catatan sejarah, Indonesia pernah alami kudeta di era Soerharto. Hal demikian bisa terulang jika pemerintah menutup telinga dan mata alias tak mau belajar sejarah kelam bangsa," demikian Jerry. ***




SANCAnews.id – Patung Presiden Joko Widodo seberat 3 ton yang rencananya akan dipasang di Mandalika mendapat penolakan dari para tokoh agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi dan Silaturahmi Pondok Pesantren (FKSPP) Lombok Tengah. Mereka menilai bahwa selama ini Lombok terkenal dengan religi yang tinggi.

 

Ketua FKSPP Lombok Tengah, TGH Hasan Basry menyatakan, alasan pihaknya menolak pemasangan patung Presiden RI, Joko Widodo, yang akan dipampang di depan sirkuit Mandalika itu lantaran Lombok terkenal dengan pulau seribu masjid, dan terkenal dengan seribu penghafal Al-Qur’an atau Huffaz.

 

“Kami atas nama FKSPP Lombok Tengah, menolak pembangunan patung bapak Presiden kita di KEK Mandalika. Lombok terkenal dengan seribu pondok pesantren, terkenal dengan seribu tuan guru. Dan terkenal juga dengan masyarakat yang agamis,” kata dia dalam kepada wartawan, Sabtu (26/2).

 

Selain itu, menurutnya, dibuatnya patung seseorang lantaran telah memiliki jasa, seperti para pahlawan yang sudah meninggal. Sementara Presiden Joko Widodo sampai saat ini masih hidup, dan baginya tidak pas orang yang masih hidup dibuatkan patungnya.

 

“Orang masih hidup dibuatkan patung. Dalam hukum Islam, membuat patung itu juga ada yang berpendapat itu haram. Karena nanti orang yang membuat patung akan diminta oleh Allah untuk membuatkan nyawa atau rohnya, dan manusia jelas tidak akan mampu membuatkan itu,” terangnya.

 

Lebih jauh disampaikan bahwa persoalan jasa Presiden di NTB, khususnya di Lombok Tengah, semua orang telah mengakuinya. Namun bukan berarti harus menghalalkan semua cara, termasuk membuat patungnya, tanpa minta pendapat dari masyarakat atau tokoh-tokoh NTB, agar tidak menjadi persoalan ditengah masyarakat.

 

“Joko Widodo adalah Presiden kami. Tapi mohon hormati kami. Jika ingin membuat patung untuk di pasang agar mohon libatkan kami. Minta pendapat kami, dan jangan jadikan adanya patung ini memecahkan kami di Lombok,” tegasnya.

 

Hal senada juga dikatakan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Lombok Tengah, TGH Habib Ziadi. Pihaknya menolak, karena dianggap sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam.

 

“Ini merupakan suatu yang bertentangan dengan syari’at Islam. Makanya secara pribadi saya menolak. Bukan karena itu patung Presiden, tapi memang bertentangan dengan agama,” terangnya.

 

Sementara itu, pihak ITDC belum memberikan respon saat dikonfirmasi terkait dengan rencana pemasangan patung Presiden RI tersebut. Persiapan pemasangan patung ini hingga kini masih terus dilakukan. Bahkan saat ini pengerjaan konstruksi yang menjadi lokasi pemasangan patung masih terus dikerjakan di dekat pintu masuk sirkuit.

 

Hingga saat ini, para pekerja terus bekerja untuk menyelesaikan pembangunan konstruksi tempat patung tersebut akan dipasang. Sejumlah alat berat terlihat dikerahkan untuk menyelesaikan pemasangan patung orang nomor satu di Indonesia tersebut, hingga mesin untuk las besi juga tetap disiagakan di lokasi. (rmol)


 

SANCAnews.id – Menteri Sosial, Tri Risma Harini meninjau langsung lokasi terdampak gempa di Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (26/2).

 

Banyak lokasi yang didatangi Risma, salah satunya yakni kawasan Kajai, Pasaman Barat. Ia datang bersama dengan rombongan pemerintah daerah.

                                                                                                    

Namun di perjalanan, kedatangan Risma malah mendapatkan kemarahan dari salah seorang warga.

 

Selama peninjauan, akses jalan yang akan dilalui Risma macet total, sehingga rombongan memutuskan untuk melanjutkannya dengan cara lain.

 

Dalam sebuah video yang viral di Facebook, tampak Risma meminta petugas untuk mencari sepeda motor.

 

Rencananya, Risma akan melanjutkan perjalanan dengan motor saja. Saat berkoordinasi dengan petugas, Risma kemudian didatangi oleh seorang warga.

 

Tepat di hadapan Risma, warga tersebut malah mengungkapkan kekecewaannya..

 

Tidak diketahui penyebab kekecewaan warga tersebut

 

“Tidak usah dilihat warga kami, tidak usah,” begitu kata warga itu di hadapan Risma.

 

Risma yang sedang berkoordinasi dengan petugas pun kemudian menjawab.

 

“Iya ini kita mau kesana,” tegasnya.

 

Berselang tidak lama, seorang petugas Satpol PP pun tampak langsung mengamankan warga tersebut.

 

“Satpol PP jangan main-main, tidak usah lihat warga kami,” sambung warga itu saat diamankan petugas.

 

Hingga berita ini diturunkan, video warga marahi Risma itu telah diunggah dan dibagikan oleh banyak akun.

 

Gempa Pasaman

Diketahui sebelumnya, gempa darat mengguncang Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar pada Jumat pagi.

 

Dari data BMKG, gempa pertama bermagnitudo 5.2. Gempa itu terjadi di wilayah 18 kilometer Timur Laut Pasaman Barat. Kedalaman gempa adalah 10 kilometer di lokasi 0.14 LU, 99.99 BT.

 

Gempa pertama ini terasa cukup kuat, dan banyak warga di beberapa daerah di Sumbar merasakan guncangan tersebut.

 

Selain di Pasaman Barat, gempa itu juga terasa di kawasan Kota Payakumbuh, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

 

Selain itu, gempa tersebut juga terasa hingga ke Kota Padang Panjang. Pada pukul 08.39 WIB, atau empat menit dari kejadian itu, gempa kedua kembali guncang Pasaman Barat.

 

Gempa itu lebih besar dan bermagnitudo 6.2 yang terjadi di wilayah 17 kilometer Timur Laut Pasaman Barat. Gempa berkedalaman 10 kilometer itu terjadi di wilayah 0.15 LU, 99.98 BT.

 

Akibatnya, saat ini 6000 jiwa warga di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat mengungsi. 8 orang diberitakan meninggal dunia, sedangkan 6 orang lainnya masih hilang. (katasumbar)



 

SANCAnews.id – Aksi solidaritas untuk umat muslim di India yang digelar massa dari GNPF Ulama dan PA 212 di depan Gedung Kedutaan Besar India di Jakarta turut diwarnai aksi protes terhadap Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas.

 

Aksi protes tersebut tercermin saat sejumlah orang menginjak-injak poster bergambar Menag Yaqut yang dibubuhi gambar hewan anjing.

 

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di kawasan Rasuna Said, Kuningan depan Kedubes India, massa yang menginjak-injak poster bergambar Menag berjumlah sekitar tujuh sampai delapan orang.

 

"Hey, hey, hey," seru massa sembari menginjak-injak poster tersebut, Jumat sore (25/2).

 

Menag Yaqut belakangan menjadi perbincangan publik karena pernyataannya yang dinilai membandingkan kumandang adzan dan gonggongan anjing.

 

Namun belakangan Menag Yaqut sudah mengklarifikasi soal pernyataannya. Ia menyebut tidak ingin ada umat beragama yang bertindak sewenang-wenang.

 

"Saya hanya berusaha sekuat saya, menahan agar agama tidak menjadikan manusia sewenang-wenang terhadap manusia lain, mentang-mentang besar, banyak, kuat,” ucap Gus Yaqut kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis malam (24/2).***


SN

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.