Latest Post


 

SANCAnews.id – Pelaporan terhadap dua putra Presiden Joko Widodo yang dilakukan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun disambut baik oleh banyak pihak.

 

Salah satunya disampaikan oleh Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi. Dia mengapresiasi langkah hukum Ubed sebagai bagain dari memurnikan demokrasi.

 

"Intinya ini mau memurnikan jalan demokrasi," ujar Adhie dalam forum diskusi bersama Hersubeno Arief di kanal Youtubenya pada Minggu (16/1).

 

Menurut mantan Jurubicara Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, pelaporan Ubed merupakan bentuk kesadaran politik masyarakat sipil untuk membenahi republik ini.

 

"Karena kita melihat negara ini dirampok," imbuhnya.

 

Secara pribadi, Adhie mengenal Ubedillah sebagai seorang aktivis 98 yang progresif mempertaruhkan nilai-nilai reformasi tahun 1998.

 

Maka dari itu, Adhie menilai tindakan Ubed melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep merupakan bagian dari perjuangannya merealisasikan satu visi reformasi, yakni memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

 

"Muncul suatu kesimpulan ada persoalan besar dalam produk demokrasi yang diabaikan, yaitu KKN. Ubed terganggu dengan isu yang berkembang di masyarakat, bahwa gerakan reformasi gagal, dianggap mengada-ngada, salah jalan, padahal tujuannya mulia," tuturnya.

 

"Tidak boleh di negara demokrasi anak pejabat atau keluarga pejabat berbisnis. Kecuali, dia bisa menjaga moralitas dan fatsun kepatutan," demikian Adhie. (rmol)



 

SANCAnews.id – Pengamat politik LIMA Indonesia, Ray Rangkuti memberikan komentar mengenai laporan yang dibuat oleh Ketua Jokowi Mania Immanuel Ebenezer terhadap Ubedilah Badrun.

 

Dikutip dari terkini.id--jaringan Suara.com, tindakan Immanuel Ebenezer dianggap gegabah.

 

Ray mengatakan, laporan Immanuel atau akrab disapa Noel itu belum memenuhi syarat. Diketahui, Noel melaporkan Ubedilah dengan dugaan pasal 317 KUHP.

 

Ray menyebut, sebaiknya Noel membaca kembali pasal 317 KUHP secara baik-baik. Sebab, terdapat empat syarat dalam pasal tersebut yang belum terpenuhi.

 

Empat syarat tersebut yaitu laporan yang sengaja, laporan palsu, nama baik yang dicemarkan dan subjek pelapor adalah yang terlapor.

 

"Ke empat persyaratan tersebut belum satupun terpenuhi dalam peristiwa ini," jelas Ray Rangkuti dalam tayangan video di Youtube KompasTV.

 

Lebih lanjut, Ray menilai laporan Noel semakin membuat persepsi upaya pemberantasan korupsi di era Jokowi melemah.

 

Dia mengatakan, Jokowi sendiri mengaku resah lantaran rendahnya indeks persepsi korupsi di Indonesia.

 

"Pak Jokowi sendiri menyatakan keresahannya akan rendahnya indeks persepsi korupsi Indonesia dalam hal pidato peringatan hari anti korupsi sedunia, Desember 2021," katanya.

 

Menurutnya, tindakan Immanuel itu tidak mendukung upaya presiden untuk meningkatkan indeks persepsi korupsi di Indonesia.

 

"Artinya, langkah pelaporan terhadap Ubed tersebut tidak mendukung upaya presiden untuk meningkatkan indeks persepsi yang dimaksud, dan dalam skala lebih besar mendukung upaya menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih," lanjutnya.

 

Menurut Ray, apa yang dilakukan oleh Noel justru menebalkan persepsi publik tentang situasi tidak ramah pemerintahan Jokowi terhadap gerakan anti korupsi. (suara)



 

SANCAnews.id – Dosen UNJ Ubedilah Badrun sedang mempertimbangkan untuk melapor ke polisi jika eskalasi teror yang menimpa dirinya semakin mengancam jiwa setelah melaporkan 2 anak Jokowi ke KPK.

 

Dosen Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun mengalami sejumlah terror beberapa hari ini. Diduga teror ini berkaitan dengan hal yang dilaporkannya beberapa waktu lalu.

 

Dosen UNJ Ubedilah Badrun telah melaporkan dua putra Presiden Jokowi yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK.

 

Ubedilah Badrun melaporkan Gibran dan Kaesang atas dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan berkaitan dengan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) ke KPK pada 10 Januari 2022.

 

Dosen UNJ Ubedilah mengaku belum berencana melaporkan perihal ancaman teror itu ke polisi. Pasalnya, dirinya masih fokus pada pelaporan dugaan TPPU yang melibatkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK.

 

“Untuk sementara ini belum (melaporkan). Nanti jika eskalasi teror makin terang dan membahayakan akan saya pertimbangan,” kata Ubedillah, Senin (17/1).

 

Ubedilah Badrun mengatakan terpenting saat ini adalah fokus soal laporannya ke KPK.

 

Menurutnya, kedua putra Presiden Jokowi itu diduga terlibat kasus TPPU dan KKN dengan petinggi Grup SM yang menjadi tersangka pembakaran lahan pada 2015 lalu.

 

“Akan saya pikirkan kalau soal teror itu. Saya saat ini lebih fokus ke substansi pelaporan yang di KPK,” jelasnya.

 

“Agar serius menangani keterlibatan kedua putra presiden atas dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dengan PT SM,” kata pria kelahiran 15 Maret 1972 itu. (pojoksatu)




SANCAnews.id – Habib Zein Assegaf alias Habib Kribo diejek tokoh NU, Umar Hasibuan atau Gus Umar karena demonstrasi yang digelar pria berambut afro ini berlangsung sepi.

 

Demonstrasi tersebut terekam dalam video amatir yang diunggah ke akun TikTok @assegafzen. Video tersebut kemudian diunggah kembali oleh sejumlah pengguna twitter, salah satunya Gus Umar.

 

Gus Umar menilai aksi unjuk rasa yang dihadiri massa dengan jumlah yang bisa dihitung dengan jari itu sensasional. Ia mengatakan Habib Kribo hanya ingin terkenal.

 

“Massanya cuma seupil. Nih orang emang pengen terkenal doank,”kata Gus Umar dikutip Senin (17/1/2022).

 

Terkait hal itu, Gus Umar justru melontarkan komentar pedas. Bahwa baginya, apa yang Habib Kribo bicarakan tidak sesuai dengan kenyataan, karena baru-baru ini ia mengeluarkan pernyataan kontroversial yang diduga menghina bangsa Arab dengan menyebut mereka tidak berbudaya. Bagi Gus Umar, hal ini justru melukai toleransi di Indonesia.

 

“Isyunya selalu intoleransi. Padahal yang dia lakukan adalah intoleransi dengan menghina bangsa arab. Org kyak kribo ini cocoknya dipanggil apa sob?” tandasnya.

 

Sementara itu, setelah berita ejekan dari tokoh NU yang dikutip dari Warta Ekonomi dan dikonfirmasi oleh awak media www.sancanews.id, Habib Zein Assegaf alias Habib Kribo melalui telepon whatShap +62 819 871 xxx, dia menjawab bahwa demonstrasi di Mabes Polri adalah berkaitan dengan penegakan hukum kepada Ustad Waloni dan Paul Zhang dalam kondisi epidemi.

 

"Demonstrasi di Mabes Polri terkait penegakan hukum Waloni dan Paul Zhang terbatas dalam jumlah kecil karena Covid dan ada izin," tulisnya, (17/1/2022)

 

Kemudian, seperti yang terlihat dari video, Habib Kribo tampak berdiri di atas mobil pikap saat menyampaikan orasinya. Terlihat beberapa aksi massa mengenakan baju batik di sekitar bak yang ditunggangi Habib Kribo.

 

“Segala bentuk apapun yang ingin mengganggu NKRI kita lawan. Negeri ini bukan hanya dipimpin oleh satu kelompok suku atau satu kelompok agama jadi tidak ada yang punya hak disini mewakili mayoritas atau minoritas itu tidak ada. Kita semua sama,” ujarnya dikutip Galamedia, Minggu 16 Januari 2022.

 

“Negeri ini bukan hanya mengayomi bukan satu agama, negeri ini negeri republik bukan negara agama. Jadi siapapun yang melecehkan agama disini kita lawan,” ujarnya.(wartaekonomi/sanca)




SANCAnews.id – Grup Band Nidji mendapat kesempatan untuk menjajal lampu dan sound system di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu malam (16/1).

 

Momen manggung mantan band Giring Ganesha ini turut dibagikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melalui akun media sosial Instagramnya.

 

"Spektakuler! Melihat penampilan band Nidji saat uji coba sound system JIS semalam," kata Anies lewat akun instagram miliknya, Senin (17/1).

 

Selain menyaksikan uji coba lampu dan sound system, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu turut melakukan inspeksi progres pembangunan JIS yang sudah mencapai 93 persen.

 

"Musiknya menggelegar, suaranya merdu, tidak ada sumbang-sumbangnya," sambung Anies memuji sound stadion berkapasitas 82 ribu penonton itu.

 

Unggahan orang nomor satu di Ibukota itu lantas mendapat tanggapan beragam dari warganet. Mayoritas mengaitkan aksi panggung tersebut dengan mantan vokalis Nidji, yakni Giring Ganesha yang saat ini menyebrang ke politik dan menjadi ketua umum PSI.

 

Pasalnya Giring dan partai besutannya itu memang terkenal kerap melemparkan kritik bernada sumbang dan sindirian kepada Anies Baswedan.

 

"Satire yang berkelas dan elegan," tulis warganet @suryokhanzalea dikutip Kantor Berita RMOLJakarta.

 

"Giring nangis di pojokan," timpal @vietri_muzzaky. (*)


SN

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.