Latest Post



SANCAnews – Seminar Dukun yang bikin heboh dunia maya itu rupanya diprakarsai PC GP Ansor Banyuwangi. Kekinian, telah beredar video klarifikasi dan permintaan maaf usai mendapatkan komplain dari Gus Miftah.

 

Pantas saja Gus Miftah meradang, lantaran namanya dicatut dalam poster publikasi seminar sebagai keynote speaker alias pembicara. Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman itu meminta pihak panitia penyelenggara bertanggung jawab dan klarifikasi.

 

Unggahan Gus Miftah  di Instagram itu langsung ditanggapi PC GP Ansor Banyuwangi. Melalui akun Instagram resmi GP Ansor Banyuwangi, seorang yang mengaku sebagai panitia acara menyatakan poster itu terburu disebarkan ke media sosial sebelum meminta konfirmasi kepada Gus Miftah.

 

“Kami mohon maaf yang sangat kepada Gus Miftah,” ujar pria yang mengenakan seragam Ansor warna hijau itu, dikutip Suara.com, Jumat (19/2/2021).

 

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Banyuwangi, Ikhwan Arief mengaku, bahwa pihaknya telah lalai karena belum konfirmasi kepada Gus Miftah yang direncakan sebagai keynote speaker pada Seminar Internasional yang mengangkat tema Dukun dan Perdamaian Dunia tersebut. Ia mengklaim telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Gus Miftah dan telah dimaafkan.

 

“Ya benar, alhamdulillah sudah selesai dengan baik,” ujar Ikhwan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Jumat (19/2/2021). []




SANCAnews – Nong Darol Mahmada, istri politikus PSI Mohamad Guntur Romli meluapkan kemarahannya di media sosial Twitter lantaran rumahnya kebanjiran.

 

Banjir Jakarta merendam rumah Nong Darol Mahmada, Sabtu (20/2). Air di dalam rumah aktivis perempuan ini cukup tinggi. Akibatnya, sejumlah perabot rumah tangga mengapung.

 

Nong Darol menuding Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak bisa kerja sehingga banjir di Jakarta semakin parah.

 

“Pasrah aja nunggu banjir surut sambil pengen bgt maki2 dan menggerutu krn punya gubernur kagak bisa kerja! Jakarta banjiiiiiirrrrr!!!,” tulis Nong Darol, dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitter pribadinya, @nongandah, Sabtu pagi (20/2).

 

Nong Darol membagikan dua video yang memperlihatkan kondisi rumahnya kebanjiran.

 

Video pertama memperlihatkan kondisi di dalam rumahnya yang terendam banjir.

 

“Ini di dalam rumah, shock bgt ngga pernah kayak gini. Gila, banjirnya parah bgt!!!! Doain ya semoga cepat surut dan hujan jangan dulu turun lagi. Kepikiran bgt nih gmn nanti ngebersihin rumahnya,” tulisnya.



Sedangkan video kedua memperlihatkan kondisi luar rumah. Pekarangan rumah Nong Darol tampak seperti kolam.

 

Nong Darol menyebut baru kali ini mengamalami banjir terparah selama dia tinggal di Jakarta.

 

“Ini banjir terparah yg aku alami selama tinggal di jkt, ini di dpn rumah. Kolam renang kelelep. Kata pak RT, ini paling parah seumur hidup dia tinggal di jkt, ngga pernah spt ini,” katanya.

 

Ia memaki-maki pendukung Anies Baswedan yang kerap memuji-muji gubernur DKI Jakarta itu.

 

“Mana tuh pendukung anies yg bangga jakarta kagak banjir? Ini parah banget ba*********tt,” cetus Nong Darol. [psid]






SANCAnews – Fenomena alam unik berupa turunnya salju di Arab Saudi, membuat sejumlah unta kebingungan. Ekspresi mereka seperti keheranan karena terjebak dalam badai salju musim dingin.

 

Saat ini, musim dingin dan salju tengah menyelimuti beberapa negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Suriah, dan Lebanon.

 

Dalam video yang diunggah oleh akun Twitter Joyce_Karam, beberapa unta tampak kebingungan menyaksikan salju di luar kota Tabuk Tabuk, Arab Saudi.

 

Padahal, biasanya sekitar daerah tersebut berupa gurun kering. Beberapa waktu yang lalu, untuk pertama kalinya dalam 50 tahun salju tebal juga turun di Aseer, sebelah selatan Mekkah.

 

Negara yang juga ditutupi salju seperti Yordania Utara, terpaksa menutup sekolah dan menangguhkan program vaksinasi Covid-19, akibat cuaca buruk.

 

Israel, Yerusalem, dan Dataran Tinggi Golan juga dilaporkan turun salju. Meski begitu, sebagian anak-anak justru gembira dengan turunnya salju. Mereka bermain lempar bola salju hingga membuat boneka salju.




SANCAnews – Mantan Ketua KPK Busyro Muqqodas menilai hukuman mati untuk menteri yang terjerak kasus korupsi merupakan hal yang sia-sia. Menurutnya masih ada beberapa tindakan lain yang jauh lebih efektif untuk dilakukan dalam menindaklanjuti kasus korupsi di Indonesia.

 

"Jadi kalau sekarang mau tuntutan hukuman mati itu tidak menyelesaikan masalah," kata Busyro saat dihubungi awak media, Kamis (18/2/2021).

 

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM dan Kebijakan Publik tersebut, mengatakan bahwa selana ini tindaklanjut terhadap kasus korupsi di Indonesia tidak pernah sampai ke akar masalah sebenarnya. Fokus selama ini hanya mengurusi persoalan di samping atau hilir saja.

 

Menurut Busyro, para koruptor itu sebenarnya tidak perlu dijatuhi hukuman mati, melainkan digantikan dengan hukuman penjara seumur hidup.

 

"Itupun juga harus ditempatkan pada tempat khusus, bukan hanya di Lapas Sukamiskin tapi di lapas yang khusus misal di Nusakambangan," imbuhnya.

 

Ditambah dengan sambil ditelisik kekayaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) para koruptor tersebut. Serta harus berani untuk masuk lebih jauh dengan kemungkinan menulusuri aliran dana itu ke parpol atau tidak.

 

Tugas berat itu, kata Busyro, berada dipundak Pimpinan KPK saat ini. Pasalnya Pimpinan KPK tertantang perihal kejujurannya ketika dihadapkan pada situasi yang berat antara berani atau tidak penyelidikan TPPU sampai ke induk parpol yang bersangkutan.

 

Menurutnya dua mantan menteri di Kabinet Indonesia Maju, yakni mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara telah sama-sama mencederai rakyat Indonesia.

 

"(Mantan) Menteri Kelautan dan Perikanan sudah mencelakakan nelayan dan sumber daya benur. Kemudian eks Mensos mencederai perasaan dan derita masyarakat yang sedang terkapar kesehatan dan ekonominya dengan korupsi di sektor bansos itu," tuturnya.

 

Selain itu, Busyro juga masih ragu terkait dengan syarat hukuman mati itu akan dipenuhi oleh para hakim atau lebih lanjut hakim punya keberanian untuk memutuskan itu. Sebab hingga saat ini memang belum ada hukuman mati yang dijatuhkan kepada para koruptor di Indonesia.

 

"Tapi sekarang ini tidak cukup dihukum seumur hidup meski harus dilakukan pemiskinan semua hasil korupsi itu. Serta harus dibongkar sampai ke sumber dan ujungnya termasuk parpol. Ada aliran dana tidak sampai ke parpol karena selama ini parpol terlindungi oleh Undang-Undang Parpol," jelasnya.

 

Melihat hal itu, Undang-Undang Parpol memang harus direvisi secara total. Termasuk apabila dana parpol itu terbukti terlibat dalam korupsi yang dilakukan.

 

Busyro juga menyoroti kinerja KPK yang masih menyisakan banyak kasus korupsi yang terbengkalai. Menurutnya itu menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi KPK.

 

"Sudah saatnya dibongkar dengan membuktikan kejujurannya yang asli. Nah di sini juga perlu menyinggung tentang Dewan Pengawas KPK supaya bisa lebih menunjukkan integritas lembaga yang lebih progresif ke dalam. Buktikan pimpinan KPK itu memiliki kejujuran yang asli," tegasnya.

 

Sebelumnya diketahui bahwa belum lama ini Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut bahwa dua mantan menteri di Kabinet Indonesia Maju, yakni mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara layak untuk dijatuhi ancaman hukuman mati. Menurutnya hal itu sudah semestinya dilakukan setelah keduanya kedapatan melakukan praktik korupsi di tengah pandemi Covid-19. []




SANCAnews – Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia sekaligus putri Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Alissa Wahid mengomentari pernyataan politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik.

 

Sebelumnya, Rachland Nashidik diketahui sempat menyinggung keberadaan makam Gus Dur saat berbicara soal polemik Museum SBY-Ani.

 

Alissa Wahid membantah adanya anggapan yang berspekulasi bahwa makam Gus Dur dibiayai oleh negara. Sebab sampai sekarang, makam dibiayai oleh keluarga Ciganjur.

 

Dia menambahkan, dana negara sebagaimana diungkit bukan untuk makam, tetapi jalan raya dan lahan berjualan warga. Bukan tanpa sebab, setiap tahun banyak orang berziarah ke makam Gus Dur.

 

"Bang RachlanNashidik, makam #GusDur sampai saat ini dibiayai oleh keluarga Ciganjur, termasuk prasasti. PP Tebuireng pun hormati ini. Dana negara tidak untuk makam tetapi untuk jalan raya, lahan berjualan warga. Maklum, ada 1,5 sampai 2 juta peziarah setiap tahun. Negara urus ini," ungkap Alissa lewat jejaring Twitter-nya, Sabtu (20/2/2021).

 

Soal pendanaan museum, Alissa Wahid juga menegaskan tidak ada yang namanya dana Museum Gus Dur.

 

"Yang ada bantuan untuk Museum Islam Nusantara, setahu saya disepakati Gus Solah dengan pemerintah sebelum Gus Dur wafat," tukasnya.

 

Alissa Wahid kemudian menerangkan bahwasannya setiap bulan, makam Tebuireng menerima sedikit sekali bantuan dari pemerintah. Namun, kata dia uang itu tidak termasuk bagi makam Gus Dur.

 

Tak pelak, Alissa Wahid berpesan kepada Rachland Nashidik agar kedepannya lebih hati-hati atau tidak asal-asalan.

 

"FYI, tiap makam Tebuireng terima sedikit (banget!) bantuan dari pemerintah, untuk mengelola makam Pahlawan Nasional yaitu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahid Hasyim," jelas Allisa Wahid.

 

"Makam Gus Dur tidak tidak termasuk. Jadi next time lebih hati-hati ya. Jangan asal," tandasnya. []


SN

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.