Latest Post


Barombang, SNC - Bagaimana tidak patah hati dan putus asa melihat istri dirumah saat pulang, ada aparat kepolisian yang hanya melindungi masyarakat dan ternyata berhasil tidur dengan seseorang yang bukan istrinya.

Hal ini dirasakan seorang anggota TNI tentang perselingkuhan istrinya yang berkaitan langsung dengan orang yang diduga sebagai anggota polisi.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang anggota TNI menemukan istrinya selingkuh di rumahnya sendiri dan istri tentara tersebut dikabarkan berselingkuh dengan seorang polisi di Kabupaten Barombong, Makassar.

Dilansir dari Tribun-Timur.com, Kamis (15/10/2020) malam, dalam video berdurasi 3,10 detik yang diunggah pemilik akun Emon Lucu sehari lalu, terlihat sudah dibagikan sebanyak 852 kali. 

Kolom komentar juga dipenuhi ciutan warga net, terlihat sudah 201 komentar dan 635 tanggapan.

Dalam video itu, terlihat sebuah rumah yang diduga menjadi tempat perselingkuhan itu dikerumuni warga.

Juga terlihat mobil ranger polisi terparkir di depannya dengan kondisi lampu rotator menyala.

"Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, hari ini kejadian di Timbuseng, Kelurahan Barombong e.. seorang yang lagi selingkuh gaess didapat sama suaminya," kata pria yang memvideo kejadian itu.

"Ternyata suaminya seorang tentara, dan istrinya sedang selingkuh. Didapat langsung oleh suaminya, kepergok," sambungnya.

Pria yang merekam video kejadian itu, pun mendekati rumah yang dikerumuni warga. Di teras rumah itu terdapat juga beberapa personel kepolisian.

"Iyya.. hebatki gaess, ternyata selingkuhannya seorang polisi," kata pria yang menvideo kejadian itu saat berada di depan pagar rumah berwarna cokelat tersebut, namun saat memasuki teras rumah, seorang pria terlihat menutup pintu rumah.

Kapolsek Tamalate Kompol Arif Amiruddin yang hendak dikonfirmasi via panggilan whatsApp belum bisa menyambungkan.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Tamalate AKP H Ramli Jr yang dikonfirmasi mengaku sedang berada di lokasi takziah, "Takziah dulu, takziah dulu," ucap H Ramli Jr. [*]

Suami dan Warga Grebek Istri Yang Selingkuh

Posted by Emon Lucu on Wednesday, October 14, 2020

 

Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Heru Novianto


Jakarta, SNC - Kisruh aparat kepolisian yang memburu massa anarkis saat menembakkan gas air mata di kawasan pemukiman warga Kwitang, Senen, Jakarta Pusat pada Selasa 13 Oktober 2020, membuat polisi angkat bicara, dan hal ini disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kompol Heru Novianto.


Menurut Heru, pihaknya telah melakukan komunikasi secara langsung dengan warga Kwitang untuk membahas persoalan ini. Persoalan tembakan gas air mata ini dilakukan ketika aparat kepolisian berupaya memukul mundur massa yang melakukan aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja secara anarki.


Sebelumnya, Selasa siang, massa FPI menggelar aksi unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja dan para pengunjuk rasa berorasi dengan damai hingga bubar pada sore hari.


Namun, tak lama berselang, sejumlah massa anak STM mengambil alih area aksi dan bertindak secara anarki. Aparat kepolisian yang sedang mengawal aksi tersebut terus menerima hujan batu dari massa.


Karena kewalahan, aparat kepolisian pun berupaya untuk memukul mundur massa. Tembakan gas air mata terus dilepas ke arah massa yang mundur sambil terus melempari aparat.


Sebagian massa aksi ini kemudian berkumpul di Tugu Tani. Ketika aparat membubarkan mereka di titik tersebut, beberapa massa berlari memasuki area permukiman warga Kwitang.


Di sini, massa terus melakukan perlawanan dan akhirnya membuat aparat kembali melepaskan tembakan gas air mata. Imbasnya, warga Kwitang pun terkena gas air mata tersebut. (Videonya di sini.)


Warga Kwitang mengeluhkan tindakan aparat kepolisian yang tidak membedakan antara massa aksi dengan warga setempat. Sebab, beberapa anak bayi tak luput dari gas air mata itu 


Atas persoalan tersebut, seperti diwartakan viva.co.id, 16 Okt 2020, kapolres Metro Jakarta Pusat pun meminta maaf. Ia meminta warga untuk memahami kondisi aparat ketika itu. 


"Kemarin banyak perusuh masuk ke kampung sehingga kami melakukan tindakan represif sampai ke dalam. Nah, ini dampaknya masyarakat merasa terganggu dengan adanya gas air mata. Untuk itu, saya atas nama kepolisian meminta maaf," kata Heru.


Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama pun telah berkomunikasi dengan Heru beserta jajaran. Ke depan, kepolisian mengimbau, jika ada demonstran yang masuk ke permukiman warga, baiknya masuk ke dalam rumah dan tidak berkerumun. 


"Jika ada demonstran yang datang dan bukan dari warga Kwitang, langsung bilang ke mereka dilarang berkerumun dan berkumpul. Langsung diperingatkan agar meninggalkan lokasi. Tokoh masyarakat bisa mengingatkan pendatang, agar tidak merusak fasilitas dan berbuat kerusuhan, sehingga dapat menjaga keamanan di Kwitang," tuturnya. (sanca)





Jakarta, SNC - Pohon Mersawa langka yang ditanam Presiden Jokowi di Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia, Kalimantan Selatan pada Februari lalu, kini dalam kondisi mengenaskan.

 

Dari pantauan Radar Banjarmasin, (14/10), pohon berumur 20 tahun ini terlihat mengering.

 

Saat dikonfirmasi, Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD BPTH (KSBTU) Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan Agung Hananto mengatakan pohon Jokowi sudah mengering atau layu karena mati setelah disambar petir pada awal Agustus lalu, “Akibat kena petir ya mati,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

 

Agung mengungkapkan, pohon yang ditanam Jokowi nantinya akan dilakukan pergantian dengan jenis yang sama, pergantian pohon menunggu curah hujan sudah tinggi agar tanaman bisa tumbuh subur.

 

Sementara itu, Peneliti Litbang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru Rusmana mengatakan, pengeringan pohon merupakan hal yang lumrah pada saat dipindahkan, “Apalagi pohon yang dipindahkan relatif besar. Jadi perlu waktu untuk beradaptasi,” ujarnya.

 

Menurutnya, langkah pemeliharaan harus terus dilakukan demi kelangsungan hidup pohon yang ditanam Jokowi di kawasan Kantor Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Kalimantan Selatan, sebagai lambang Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia. (sanca)


Terlihat dengan borgol plastik, Syahganda Nainggolan mengacungkan dua jempol ke atas /Ist



Jakarta, SNC - Sekretaris Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan, deklarator KAMI, Jumhur Hidayat dan Anton Permana resmi ditetapkan sebagai tersangka. 


Syahganda Nainggolan ditahan karena diduga melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Ketentuan Hukum Pidana dan atau Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Kamis (15/10). 


Dalam penetapan tersebut, Syahganda dkk tampak mengenakan baju tahanan lengkap dengan borgol plastik yang mengikat kedua tangannya dan raut muka Syahganda tetap terlihat tenang saat menghadap kamera awak media. 


Dengan tangan terborgol, ia juga sempat mengacungkan kedua ibu jari yang mengisyaratkan pesan 'baik-baik saja'.(rmol)



Jakarta, SNC - Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar Azis Syamsuddin dikabarkan mengalami kecelakaan di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).


Kabar kecelakaan Azis itu dibenarkan oleh rekannya Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad dan selama ini, kata Dasco, mendengar Azis baik-baik saja.


“Katanya dia naik sepeda atau semacamnya, tapi tidak apa-apa,” kata Dasco kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/10) dan Dasco mengaku belum bisa memberikan informasi detail karena dia juga masih mencari informasi terkait apa yang terjadi. . . . untuk insiden tersebut. Azis.


Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar. Dia mengatakan, pihaknya masih mengkonfirmasikan informasi tersebut. “Kami sedang mengecek,” tulis Indra melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/10).


Sementara, siang ini Azis dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan sejumlah wartawan di kawasan Tangerang Selatan. Namun, jelang acara, ia dikabarkan batal karena kecelakaan.


Azis adalah kader senior Partai Golkar. Sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI. Saat periode 2019-2024 dimulai, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua DPR Bidang Koordinator Politik dan Keamanan.


Tak lama berselang, ia juga dikenal publik sebagai ketua rapat pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang digelar Senin (5/10) lalu.


Hingga saat ini, draf final RUU Cipta Karya yang telah disahkan belum juga dipublikasikan dan DPR juga telah menyerahkan draf tersebut kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).


Namun, hari ini aksi demonstrasi di berbagai kalangan masyarakat digelar di sejumlah wilayah dimana massa mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa menentang Omnibus Law yang disahkan DPR dan pemerintah.

SN

{picture#} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Diberdayakan oleh Blogger.