Profil dan biodata Dokter Tifa, Tifauzia Tyassuma
(Instagram/@tifauziatyasuma)
SANCAnews.id – Kematian akibat serangan jantung
mendadak banyak dilaporkan di berbagai belahan dunia. Epidemiolog sekaligus
akademisi dan peneliti dari Ahlina Institute, Dr Tifauzia Tyassuma mengaku
sudah memperkirakan hal tersebut.
Menurut dia, kejadian tersebut akibat dari vaksin Covid-19
yang diwajibkan pemerintah beberapa waktu lalu.
"Saya sudah berikan peringatan sejak tahun 2022.
Penerima Vaksin COV1D, agar rajin cek kondisi Jantung dan Pembuluh Darah,"
kata pegiat media sosial yang karib dengan nama Dokter Tifa ini.
"Kejadian Henti Jantung Mendadak karena Blood Clot sudah
banyak dilaporkan seluruh dunia. Peringatan ini karena saya sayang & peduli
kepada rakyat," sambungnya, dikutip dari akun twitternya, @DokterTifa,
Jumat (3/5/2024).
Sebelumnya, pada 2022 lalu, diberitakan di media ini bahwa
Dokter Tifa mengingatkan kepada orang yang pernah vaksin Covid-19 untuk segera
cek jantung.
“Buat anda yg Vaksin 1-2-3 lebih baik segera check jantung,”
kata Dokter Tifa sapaannya, melalui akun sosial medianya, Senin, (26/9/2022).
Ahli Epidemiologi ini kembali mengulang pernyataan yang
pernah dia lontarkan pada tahun 2021 silam.
“Seperti sejak awal tahun 2021 saya sampaikan. Akan banyak
sekali kematian mendadak. Sudden Adult Death Syndrome (SADS),” ucapnya.
“Saya tidak bilang krn Vaksin loh, sebab banyak yang sensi,”
pungkasnya.
Dalam unggahannya itu, Aktivis Sosial ini mengunggah
pemberitaan terkait kematian Deputy Chief Executive Officer Rudy Ramawy yang
disebut mendadak pada Kamis, (22/9/2022) lalu.
Sebelum meninggal, pria usia 31 tahun ini mendapat penanganan
resutasi untuk menindaki dekat jantungnya yang terhenti. (fajar)